NAWACITAPOST.COM — Ratusan mahasiswa Universitas Sugeng Hartono (USH) memamerkan beragam karya inovatif berbasis teknologi dalam ajang CreaFest 2026. Kegiatan ini menjadi wadah presentasi hasil pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan akademik, pemanfaatan teknologi, serta kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Dalam pameran tersebut, sejumlah proyek mahasiswa menunjukkan fokus kuat pada teknologi digital dan kecerdasan buatan. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah sistem computer vision untuk mendeteksi kantuk, yang dirancang guna meningkatkan keselamatan, khususnya bagi pengemudi. Sistem ini bekerja dengan menganalisis pola wajah dan pergerakan mata secara real-time untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan.
Selain itu, mahasiswa juga menghadirkan proyek berbasis metaverse Keraton Surakarta yang memungkinkan pengguna menjelajahi lingkungan budaya secara virtual. Inovasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam digitalisasi warisan budaya sekaligus membuka peluang baru di sektor edukasi dan pariwisata berbasis teknologi.
Tidak hanya berfokus pada teknologi canggih, sejumlah karya lainnya turut mengangkat isu sosial dan kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan dokumentasi proyek, terdapat aplikasi kesehatan mental seperti Sijiwa yang membantu pengguna memantau kondisi emosional, hingga platform pengelolaan sampah digital ZeroCycle yang mengusung konsep “sedekah sampah”. Selain itu, dikembangkan pula aplikasi layanan jasa rumah tangga, platform pencarian acara, serta sistem pencarian influencer untuk mendukung kebutuhan pemasaran digital.
Ketua Panitia CreaFest 2026, Nimas Ratna Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pengalaman. Ia menegaskan bahwa CreaFest tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai proses pembelajaran dalam konteks global serta peluang kontribusi di tingkat internasional.
Sementara itu, Rektor Universitas Sugeng Hartono, Jacob F. N. Dethan, menekankan bahwa pendidikan global tidak harus identik dengan biaya tinggi maupun keterbatasan akses. Menurutnya, CreaFest merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran berstandar global secara nyata di Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di kancah internasional.
CreaFest 2026 juga melibatkan ratusan siswa SMA dari berbagai wilayah Solo Raya. Kehadiran mereka memberikan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung implementasi pembelajaran berbasis proyek di perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sugeng Hartono menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi global.