nasional

Khidmat dan Penuh Makna, Warga Binaan Lapas Muara Teweh Ikuti Ibadah Jumat Agung di Gereja Lapas

Jumat, 3 April 2026 | 17:43 WIB
Warga Binaan Lapas Muara Teweh Saat Mengikuti Ibadah Jumat Agung

NAWACITAPOST.COM - Suasana penuh khidmat dan refleksi spiritual menyelimuti Gereja Lapas Muara Teweh saat warga binaan beragama Kristen mengikuti Ibadah Jumat Agung dalam rangka memperingati wafatnya Yesus Kristus, Jumat (04/04/2026).

Ibadah Jumat Agung merupakan momentum sakral bagi umat Kristiani untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sebagai wujud kasih dan penebusan dosa umat manusia. Kegiatan ibadah dilaksanakan dengan tertib dan penuh penghayatan, diikuti warga binaan dengan suasana tenang, reflektif, serta sarat nilai keimanan.

Rangkaian ibadah meliputi pujian penyembahan, pembacaan firman Tuhan, doa bersama, serta perenungan iman yang mengajak warga binaan untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat pengharapan, dan membangun komitmen hidup yang lebih baik.

Baca Juga: Peringati Jumat Agung, WBP Nasrani Lapas Gunungsitoli Ikuti Ibadah Secara Online

Kepala Lapas Muara Teweh, Halasson Sinaga, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah keagamaan merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang berorientasi pada pembentukan mental dan spiritual warga binaan.

“Ibadah Jumat Agung menjadi momen refleksi bagi warga binaan untuk memperdalam iman, menumbuhkan kesadaran diri, serta memaknai proses pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki kehidupan menuju perubahan yang lebih baik,” ungkapnya.

Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan pengawasan petugas secara humanis guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh peserta. Kehadiran pembinaan kerohanian secara rutin menjadi bukti nyata komitmen Lapas Muara Teweh dalam memenuhi hak beragama sekaligus menghadirkan pendekatan pemasyarakatan yang berlandaskan nilai kemanusiaan.

Baca Juga: Duka Mendalam TNI, Tiga Prajurit Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon

Melalui kegiatan ini, Lapas Muara Teweh terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan keamanan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual sebagai fondasi utama pembentukan karakter warga binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.

(Humas Lapas Muara Teweh)

Tags

Terkini