Jakarta NAWACITA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjajal kereta moda raya terpadu (MRT). Rute yang dijajal adalah Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus, Selasa (19/3). Kepala Negara tiba di stasiun Bundaran HI pukul 11.55 WIB, mengenakan kemeja putih lengan panjang. Ratusan warga berdesakan menyambut Presiden yang didampingi jajaran Kabinet Kerja.
Presiden ditemani sejumlah menteri kabinet kerja seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani dan Wali Kota Bogor Bima Arya.
Jokowi terlebih dulu menyapa masyarakat yang ada di stasiun. Setelah itu, barulah ia dan rombongan menaiki kereta MRT.
Jokowi naik MRT Jakarta bersama dengan para warga yang sudah mendaftar menumpangi transportasi umum tersebut. Jokowi tampak berdiri di sepanjang perjalanan dari Bundaran HI menuju Lebak Bulus.
Setibanya di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jokowi disambut teriakan warga yang juga ingin menjajal MRT Jakarta. Mereka tampak begitu antusias melihat Jokowi.
"Jokowi, Jokowi, Jokowi," ramai-ramai warga meneriakkan namanya di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Di area konferensi pers di lantai bawah Stasiun Lebak Bulus, Paspampres sempat kewalahan mendorong warga mundur untuk memberi jalan bagi Jokowi.
Melihat situasi yang tidak kondusif tersebut, Jokowi pun langsung kembali ke Bundaran HI.
Sekeda diketahui, sebelum menjajal MRT ini, Jokowi dan para menteri serta kepala daerah terlebih dulu menggelar rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dalam rapat itu dibahas pengelolaan transportasi umum di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Presiden meminta seluruh kementerian dan pemerintah daerah bersinergi dalam pengelolaan transportasi di Ibu kota dan sekitarnya.
Jokowi menegaskan bahwa pengintegrasian transportasi ini tak bisa ditunda lagi karena kemacetan di
Jabodetabek sudah menimbulkan kerugian yang sangat besar selama berpuluh-puluh tahun.
"Tidak ada lagi yang namanya ego sektoral lagi, ego kementerian, ego daerah, saya kira semuanya yang ada adalah kepentingan nasional," kata Jokowi