nasional

Panglima TNI dan Kapolri Ajak Ulama dan Santri Rawat Keberagaman

Sabtu, 26 Januari 2019 | 08:52 WIB

Silaturahim ke Ponpes Buntet Cirebon


Cirebon NAWACITA – Upaya pemerintah merawat keberagaman, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjono dan Kapolri Jenederal Tito Karnavian mengajak para ulama dan santri untuk merawat keberagaman bangsa Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Hadi saat bersama Tito bersilahturahim ke Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat untuk mengajak para santri merawat keberagaman, Jum’at (25/1).

"Peran kiai dan santri tentu sentral dalam menjaga heterogenitas yang bangsa kita miliki ini," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutan acara itu di Cirebon, Jumat.

Menurut Panglima, pondok pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, melainkan juga berkumpulnya gagasan tentang kebangsaan.
Ia mengatakan, Ponpes Buntet memiliki pengaruh besar dalam mengusir penjajahan.

Panglima pun menceritakan tentang perjuangan kiai dan santri saat mengusir penjajah, dan Pondok Pesantren Buntet salah satu ponpes yang paling banyak mengirimkan anggota Laskar Hizbullah dan Sabilillah saat pertempuran 10 November di Surabaya.

"Laskar Hizbullah dan Sabilillah itu menjadi pasukan tempur utama saat pertempuran di Surabaya, setelah Kiai Hasyim Asyari mengeluarkan resolusi jihad," ujarnya.

Dikesempatan itu, Panglima mengajak ratusan santri mendoakan para pejuang yang berhasil mengusir penjajah.

"Mari kita doakan Laskar Hizbullah dan Sabilillah yang gugur dalam pertempuran di Surabaya," katanya.

Sementara Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) KH Adib Rofiuddin dalam sambutannya mengatakan, Ponpes Buntet berkomitmen kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia mengaku, kehadiran Panglima TNI dan Kapolri di Ponpes Buntet merupakan peristiwa bersejarah.

"Dua pimpinan dari TNI dan polisi datang ke sini (Buntet, red.) secara bersamaan merupakan sejarah. Kami selalu siap untuk kepentingan bangsa,” tandas KH Adib.

Tags

Terkini