NAWACITAPOST.COM - Suasana khusyuk menyelimuti Gereja Oikumene Santo Paulus Lapas Kelas IIB Muara Teweh pada Minggu pagi (20/07/2025), saat para WBP yang beragama Nasrani mengikuti kegiatan ibadah Minggu secara rutin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang difasilitasi oleh Lembaga Pemasyarakatan bekerja sama dengan para pendeta dari gereja dan para rohaniawan Kab. Barito Utara.
Ibadah yang berlangsung penuh khidmat tersebut diisi dengan pujian, penyembahan, doa bersama, dan renungan firman Tuhan yang bertema “Pengharapan Baru dalam Kristus”.
Baca Juga: Harlah FBPD Sidoarjo Ke 8 Di Meriahkan Dengan Potong Tumpeng
Dalam khotbahnya, pendeta mengajak para warga binaan untuk senantiasa memperbaiki diri, menjadikan masa pidana sebagai proses pertobatan, dan tetap memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh, (Halasson sinaga) menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian penting dalam membina mental dan spiritual warga binaan.
“Kami berkomitmen memberikan ruang bagi seluruh warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Ibadah ini diharapkan menjadi sarana refleksi dan pembinaan rohani yang dapat memperkuat semangat hidup dan nilai-nilai positif dalam diri mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum KNES Pertanyakan Hasil Kebun Dikelola CV ELSA Dan Akan Laporkan Ke Polda Dan Kejati Riau
Dengan berlangsungnya kegiatan ibadah Minggu secara rutin, Lapas Kelas IIB Muara Teweh menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak-hak dasar warga binaan serta mewujudkan pembinaan yang holistik, mencakup aspek jasmani, rohani, dan sosial.
(Humas Lapas Muara Teweh)