nasional

Lirik Lahan Baru di Luar Jawa, Metland Fokus ke Kawasan Manado    

Rabu, 4 Juni 2025 | 11:26 WIB
Metland incar lahan baru di luar Jawa, Manado jadi wilayah strategis yang dibidik. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - PT Metropolitan Land Tbk atau Metland (MTLA) terus melangkah memperluas portofolio lahan dengan menjajaki akuisisi sejumlah lokasi strategis, termasuk kawasan luar Jawa seperti Manado di Sulawesi Utara. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat basis pengembangan proyek properti di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Direktur Metland, Anhar Sudradjat, menyampaikan bahwa pihaknya terus mencari peluang yang dinilai potensial untuk menambah cadangan lahan. Ia menegaskan bahwa keputusan akuisisi akan diambil jika peluang tersebut memenuhi kriteria strategis dan menarik secara komersial.

“Kalau ada yang cukup baik dan menarik, pasti kita akan ambil,” ujarnya.

Anhar melihat ekspansi ke luar pulau Jawa sebagai bagian dari respons terhadap tingginya permintaan terhadap hunian dan kawasan komersial modern di daerah. Menurutnya, langkah ini dapat mendorong pertumbuhan bisnis properti di wilayah yang selama ini belum banyak digarap pengembang besar.

Akuisisi lahan disebut sebagai salah satu fokus utama penggunaan belanja modal (capex) perusahaan untuk tahun ini. Sampai dengan April 2025, Metland telah mengelola landbank seluas 950 hektare dan tetap aktif mencari lahan baru yang dinilai memiliki nilai bisnis tinggi.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

“Di luar kota, kita sudah masuk ke Manado. Kita sedang harus ambil beberapa titik lahan lagi supaya secara bisnis menjadi bagus,” kata Anhar.

Ia menyebut pendekatan yang dilakukan tidak selalu melalui pembelian langsung, melainkan juga terbuka pada model kerja sama seperti joint operation (JO). Skema ini dinilai dapat memberikan fleksibilitas dan efisiensi dalam pengelolaan risiko investasi, terutama ketika berhadapan dengan lahan yang belum sepenuhnya siap dikembangkan.

“Tanah itu faktor untuk kita ambilnya item-nya cukup banyak. Jadi kita juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan joint operation. Ini prosesnya sedang kita jalani,” tambah Anhar.

Di sisi lain, fokus akuisisi tahun ini tetap diarahkan pada kawasan-kawasan yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Metland. Pendekatan ini bertujuan memperbesar skala proyek yang telah berjalan dan memaksimalkan potensi kawasan yang dinilai masih menjanjikan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga: Metland Bagikan Dividen Rp86,12 Miliar, Cek Jadwal Pembayarannya!  

“Untuk pembelian lahan juga sudah ada, tapi mungkin belum terlalu besar. Tapi memang kita budget-nya cukup lumayan untuk pembelian lahan tahun ini, terutama di proyek-proyek eksisting,” kata Direktur MTLA Olivia Surodjo.

Dalam hal kinerja penjualan, MTLA menargetkan marketing sales sebesar Rp2 triliun sepanjang tahun ini. Sampai April 2025, perusahaan telah mencatatkan penjualan sebesar Rp661 miliar.
Proyek Metland Cikarang dan Cibitung menjadi penyumbang utama pendapatan, disusul pengembangan proyek lain seperti Metland Kertajati yang juga terus berjalan. Dengan rencana ekspansi yang mencakup akuisisi baru maupun kerja sama lahan, Metland menunjukkan komitmennya untuk tetap tumbuh melalui penguatan portofolio aset strategis dan pengembangan proyek-proyek berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini