NAWACITAPOST.COM - Pengusaha Baringin Panggabean menggelar pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) & CEO Danantara, Rosan Roeslani, serta perwakilan dari perusahaan Korea Selatan, Daewoo Engineering & Construction (Daewoo ENC). Pertemuan tersebut berlangsung di kantor BKPM pada Rabu malam, 22 Mei 2025.
Kunjungan ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi investasi Daewoo ENC di Indonesia. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut tengah mempertimbangkan untuk menanamkan modalnya di sejumlah sektor strategis yang ada di dalam negeri.
Baringin Panggabean menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden, pihaknya diminta untuk bertemu dengan sejumlah pejabat terkait, termasuk Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Perumahan Maruarar Sirait, serta CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk menjajaki peluang investasi. “Kami diminta untuk ketemu dengan Pak Hashim, begitu juga Menteri Perumahan, Pak Maruarar Sirait, begitu juga dengan CEO Danantara Rosan Roeslani untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan investasi,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, aspek yang dibahas mencakup sektor real estate, pengembangan kawasan, rekonstruksi, infrastruktur, serta energi. Baringin Panggabean menambahkan bahwa sejumlah peluang investasi sudah terlihat, meskipun masih dalam tahap awal pembicaraan.
“Tadi sudah ada beberapa kemungkinan yang kalau bahasa bisnis itu dalam pipeline-nya lah. Ya tapi nanti aja lah itu lebih dijelaskan Pak Rosan,” tambahnya.
Dia berharap proses investasi bisa berjalan secepat mungkin, meskipun masih harus menyesuaikan dengan berbagai kondisi. Sementara itu, Rosan Roeslani menyatakan bahwa pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menggali potensi kerja sama yang dapat dilakukan, baik melalui kapasitas CEO Danantara maupun perannya sebagai Menteri Investasi.
Ia menyebut beberapa program pemerintah yang memungkinkan kerja sama dengan Daewoo ENC, khususnya di bidang energi terbarukan. “Karena kita kan juga punya beberapa program yang kita lihat bisa dikerjasamakan. Apakah itu di bidang renewable energy yang dimana dalam pihak Daewoo juga berperan aktif di dalam industri itu. Kemudian di dalam, tadi saya sampaikan, infrastruktur, housing dan yang lain-lain,” jelas Rosan.
Baca Juga: Operasi Berantas 2025: Polisi Sisir Titik Rawan di Bekasi Barat
Ia menegaskan bahwa pembicaraan ini masih tahap awal dan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya agar potensi kerja sama bisa direalisasikan dengan baik. “Jadi, ini akan kita melakukan perbicaraan tindak lanjutnya di level berikutnya sehingga ke depannya potensi kerjasama ini bisa kita lakukan dengan pihak Daewoo yang memang sudah memiliki reputasi yang sangat-sangat baik,” katanya.
Ketika ditanya mengenai target dan dampak investasi, Rosan menjawab bahwa pembahasan masih dalam tahap awal sehingga belum bisa memberikan rincian lebih lanjut. Namun, dia berharap investasi ini bisa membawa manfaat, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.
“Kita lihat ya harapannya tentunya terhadap investasi yang masuk penyerapan tenaga kerjanya juga pasti akan berjalan ke depan. Ini kan baru tahap awalnya kita akan kita akan tindak lanjuti secepat mungkin masih,” ujarnya.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus membuka peluang investasi strategis yang dapat mendukung pembangunan nasional dan memperkuat kerja sama dengan perusahaan asing berpengalaman seperti Daewoo ENC. Proses lanjutan diharapkan dapat membawa hasil konkret yang berdampak positif bagi perekonomian dan pembangunan Indonesia.