NAWACITAPOST.COM - Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025 kini menelan korban jiwa sebanyak 3.145 orang. Angka ini merupakan pembaruan terbaru yang diumumkan pada Kamis, 4 April 2025 waktu setempat.
Pihak Junta Militer Myanmar menyatakan bahwa jumlah korban terus meningkat seiring dengan upaya pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung. Tim-tim di lapangan terus menemukan jenazah dari reruntuhan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
Pusat gempa diketahui berada di dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Guncangan hebat tersebut menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, mulai dari bangunan yang runtuh, jalan yang melengkung, hingga jembatan yang hancur.
Wilayah Sagaing, Mandalay, dan ibu kota Naypyidaw tercatat sebagai daerah dengan dampak terberat. Selain ribuan korban meninggal, tercatat pula sekitar 3.500 orang mengalami luka-luka, dan ribuan rumah mengalami kerusakan serius.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mengirimkan bantuan medis berupa Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari 35 tenaga kesehatan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa tim ini membawa obat-obatan dan bantuan kesehatan dengan nilai mencapai Rp 5,5 miliar. Mereka dijadwalkan bertugas selama satu bulan di wilayah terdampak bencana.
“Mudah-mudahan, setelah lebaran, banyak yang bisa dilakukan untuk tidak hanya orang Indonesia, tetapi juga penduduk Myanmar yang sekarang sedang mengalami bencana,” ujar Budi Gunadi dalam pernyataannya pada Jumat, 4 April 2025.
Tim EMT Indonesia terdiri dari para tenaga medis dengan berbagai keahlian, termasuk dokter spesialis bedah, ortopedi, anestesi, penyakit dalam, anak, serta emergensi. Selain itu, turut bergabung perawat, tenaga farmasi, bidan, dan tenaga logistik serta administrasi.
Koordinasi pengiriman bantuan dilakukan oleh BNPB bersama Kementerian Luar Negeri, dengan melibatkan berbagai instansi terkait untuk memastikan bantuan sampai secara efektif kepada para korban. Bantuan dari Indonesia bukan hanya berupa tim medis.
Baca Juga: 7 Faktor Penyebab Perceraian Terbanyak di Indonesia, Salah Satunya Murtad!
Sebelumnya, sejak 31 Maret 2025, Indonesia juga telah mengirimkan tim tanggap darurat yang terdiri dari personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Indonesia Search and Rescue (INASAR). Total bantuan kemanusiaan yang dikirim Indonesia ke Myanmar mencapai 124 ton barang kebutuhan darurat, dengan nilai sekitar 1,2 juta USD.
Bantuan tersebut mencakup shelter, alat kesehatan, dan obat-obatan yang menjadi kebutuhan paling mendesak di lapangan. Di tengah kondisi yang penuh tantangan, baik dari sisi medan maupun situasi politik, kehadiran bantuan internasional, termasuk dari Indonesia, menjadi bagian penting dari upaya kemanusiaan dalam membantu Myanmar bangkit dari bencana.