nasional

Kesan dari Kawan untuk Mendiang Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si. (25 April 1962 – 11 Nopember 2023)

Jumat, 24 November 2023 | 11:23 WIB



Berjuang sebagai penggerak doa nasional dalam wadah Jaringan Doa Nasional pada awal tahun 2000 an dimana saya sebagai wakil koordinator adalah hal yang tidak mudah sama sekali terlebih untuk mempersatukan Gereja Gereja Tuhan sebagai Tubuh Kristus namun dalam segala keterbatasan dengan team kecil dan sumber daya yang minim kami bergerak dari kota ke kota dari pulau ke pulau dimana seringkali kami hanya menangis berdua di kamar hotel yang kurang nyaman untuk mendoakan negeri dan kota yang kita kunjungi. Hal ini tidak akan mudah untuk dilupakan.





Dua hal utama yang sangat menonjol dalam panggilan hidupnya adalah mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin pemimpin masa depan yang unggul yang rela memberi diri bagi negerinya lalu yang kedua beliau sebagai koordinator Lumbung Yusuf Indonesia adalah membuat jaringan ketahanan pangan serta mempersiapkan Indonesia menjadi negara Yusuf yaitu Lumbung Pangan bagi dunia. Saya berdoa agar ada orang orang muda yang bangkit dan rela untuk meneruskan visi misinya setelah pekerjaan beliau sudah selesai di bumi.





Pdt. Tony Mulia, Mentor Jaringan Doa Nasional, yang saat ini sebagai, “saya mengenal almarhum Rahmat Manullang sejak tahun 2000, kami sama-sama memimpin di JDN dan beliau adalah seorang dengan figur “bapak”, “guru” dan juga “sahabat”. Kami berjuang bersama-sama, berdoa mengusahakan kesejahteraan kota dan bangsa Indonesia. Saya memiliki pengalaman pribadi dengan beliau, pada tahun 2003, kami sama-sama ke Lampung dan satu kamar dengan beliau. Pada malam hari saya melihat beliau masih bekerja dengan laptop menyusun strategi dan pengajaran, pasti tidur sangat kurang. Saya pikir dia betul-betul seorang yang giat bekerja.”





Lanjut Tony Mulia, “Saya pernah diutus oleh beliau pergi ke Tanjung Balai Karimun mewakili dalam kebersamaan hamba-hamba Tuhan Berkumpul teman-teman dari dari Katolik dan Protestan dari Karismatik, kami bersatu dan berdoa untuk menggerakkan National Prayer Conference. Bagi saya bahwa mewakilinya dan bisa diutus merupakan suatu keistimewaan dan dari situ saya belajar bahwa saya pun harus bisa mengutus orang. Bagaimana pekerjaan Tuhan ini harus bisa diselesaikan bersama beliau, yang betul-betul mengerti tentang berjejaring dan bagaimana dia sadar sebagai koordinator dan memimpin di JDN ditunjukkan dengan ketekunan dan melakukan segala daya upaya dengan hati tulus diberikan buat bangsa.





Menurut saya almarhum Rahmat Manullang kalau doa buat bangsa bisa betul-betul all out menangisi bangsa ini sangat luar biasa. Saya kehilangan seorang figur yang saya kasihi dan hari ini dia sudah dipanggil di pangkuan Bapa di surga saya percaya segala upah yang pernah dilakukan di dunia ini akan menyertai dia dan lebih menerima tempat yang terbaik di surga”.





Pdt Aristarkus Tarigan, Fasilitator Umum Jaringan Doa Nasional, Dalam perjalanan 33 tahun JDN, sosok Rachmat Manullang tidak akan terlepaskan dalam gerakan doa di Indonesia. Almarhum Rachmat Manullang adalah generasi kedua memimpin JDN setelah Dr. Iman Santoso sebagai generasi pertama sekaligus sebagai pendiri JDN. Bagi Saya Rachmat Manullang adalah penggerak doa dan pendoa yang memiliki erangan dan tangisan lewat doanya untuk Indonesia. Bisa disebut salah satu Pahlawan Doa.





Dr. Cecilia Sianawati, SH., Bendahara Jaringan Doa Nasional, Sebagai Sekum NPC 2003 & NPC 2005 sangat diberkati dengan gerakan doa dalam kesatuan tubuh Kristus menuju Transformasi Indonesia. TUHAN curahkan Roh Kesatuan & Roh Doa yang sangat kuat di level pemimpin maupun umat Tuhan. Dimana-dimana di seluruh Indonesia bahkan sampai ke bangsa-bangsa umat Tuhan berdoa untuk terjadinya transformasi.





Almarhum Rachmat Manullang selaku Ketum NPC hampir tiap hari keliling kota-kota untuk membentuk jaringan Doa Sekota (JDS), menyalakan "Api Doa" dan menjaga kesatuan tanpa mengenal lelah, membangun HIS Kingdom. Beliau pemimpin yang visioner, kalau membagikan visi tentang Indonesia  & cinta bangsa sangat kuat dan membawa banyak pemimpin setuju dan bergerak bersama-sama. Sosok yang rendah hati, low profile serta tidak protokoler.

Halaman:

Terkini