nasional

National Prayer Conference 05 Mei 2005: Rachmat Manullang, Transformasi Melalui Satu Suara Doa Bersama

Jumat, 24 November 2023 | 11:12 WIB
Rachmat Manullang


NAWACITAPOST.COM - National Prayer Conference 05 Mei 2005 (NPC 5-5-5) menjadi tonggak sejarah dalam perkembangan Kekristenan di Indonesia dan dunia.





Sebuah peristiwa monumental yang dimulai dengan Gong Transformasi di International Conference Transform World di Jakarta pada 01 - 04 Mei di Istora Senayan. Acara ini dihadiri oleh delegasi luar negeri dari 60 negara, membuka pintu bagi keberlangsungan momentum positif yang akan terjadi.





Momentum tersebut mencapai puncaknya pada saat Doa Nasional dengan tema "Indonesia Bagi Bangsa-bangsa" di Gelora Bung Karno Senayan, dihadiri oleh hampir 120 ribu orang. Tidak hanya itu, ratusan ribu lainnya berkumpul di 77 kota di seluruh Nusantara. Sebuah panggung yang melibatkan pemimpin gereja dari berbagai denominasi, bersatu menyanyi dan berdoa, memuliakan Tuhan.





Kegerakan doa ini menjadi sebuah fenomena luar biasa, di mana anak-anak Tuhan di Indonesia bersatu, meruntuhkan tembok denominasi, dan bersama-sama berdoa agar Tuhan memulihkan serta mentransformasi Indonesia. Jaringan Doa Nasional (JDN) memimpin gerakan ini dengan menggerakkan kota-kota melalui Seminar dan Doa Transformasi serentak pada tanggal 6-7 Mei 2005 di seluruh Indonesia.





-




NPC 5-5-5 di Indonesia bukan hanya menjadi peristiwa lokal, melainkan bagian dari gerakan doa global. Pada bulan yang sama di Amerika, National Day of Prayer diadakan, dan acara NPC di Indonesia di-relay di layar acara doa di Amerika. NPC juga menjadi bagian dari Global Day of Prayer yang berlangsung pada tanggal 15 Mei 2005 di seluruh dunia, di mana umat Kristiani bersatu berdoa agar Allah mentransformasi dunia ini.





Graham Power, pelopor gerakan Global Day of Prayer dari Afrika Selatan, memberikan sambutan di acara NPC ini, menyemangati semangat doa bersama. Dr. Luis Bush dari Amerika, pelopor gerakan Transform World, menyampaikan pesannya tentang sungai transformasi yang mengalir di Indonesia.





Pimpinan gereja ternama seperti Andreas Yewangoe, Bambang Wijaya, Iman Santoso, Romo Edy Purwanto, alm Robinson Nainggolan, Eddy Leo, Niko Nyotorahardjo, alm Jacob Nahuway, Yakub Susabda, HBL Mantiri, Pati Ginting, dan banyak lagi, bergiliran berdoa bagi Indonesia. Mereka mendoakan pertobatan, mengatasi masalah moral, melawan ketidakadilan, dan memohon pemulihan, dengan semangat yang sama, yaitu agar Allah mentransformasi Indonesia.


Halaman:

Terkini