nasional

Obituary Mendiang Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si

Jumat, 24 November 2023 | 11:04 WIB
Mendiang Rachmat Manullang



Salah satu tonggak keberhasilan kisah ini adalah Kegiatan Doa Transformasi yang digaungkan pada tahun 2003 oleh Jaringan Doa Nasional (JDN) yang dikomandoi oleh Rachmat Manullang.





Inisiatif ini melibatkan berbagai pemimpin gereja dari berbagai denominasi di seluruh Indonesia, menarik partisipasi hampir 12 ribu orang, bahkan dengan sekitar 3000 orang tidur di Istora Senayan. Proses ini melibatkan banyak elemen, termasuk Akomodasi, Transportasi, Konsumsi, Usher, Kolektan, Konselor, dan Keamanan untuk memastikan kelancaran kegiatan selama 3 malam.





Kegiatan ini menjadi batu loncatan untuk berbagai gerakan doa seperti Jaringan Doa Sekota (JDS), Jaringan Doa Wanita (JDW), Jaringan Doa Pelayanan Mahasiswa (JDPM), Jaringan Doa Pemuda Nasional (JDPN), Jaringan Doa Dunia Kerja (CMN), dan Jaringan Doa Anak (JDA) yang terbentuk di berbagai kota di Indonesia.





National Prayer Conference 2003 yang diselenggarakan di Istora Senayan dan Konser Doa NPC di Gelora Bung Karno Jakarta pada Mei 2003 menjadi momen krusial rekonsiliasi dan pemulihan hubungan antara Pemimpin Gereja Aras Nasional.





Pada tahun-tahun berikutnya, Rachmat Manullang terus memimpin gerakan doa di Indonesia. Dengan diadakannya Fire Evangelism Rev. Reinhart Bonnke tahun 2004 di GBK Senayan dan Jaringan Doa Nasional (JDN), yang dipimpin olehnya bersama beberapa tokoh gereja lainnya, berhasil menggerakkan 120 ribu umat Kristiani Jabodetabek dalam Doa Bagi Bangsa menjelang pemilu 2004.





Perjuangan Rachmat Manullang tidak hanya terbatas pada kegiatan doa, tetapi juga mencakup upaya merangkul pemimpin gereja dari berbagai denominasi. Ia gigih dalam menyakinkan agar pemimpin gereja bersatu dalam doa, merendahkan hati, dan menghormati pola, model, serta cara doa dari berbagai tradisi gereja.





Melalui National Prayer Conference, Rachmat Manullang memperlihatkan bahwa bersama-sama kita dapat menciptakan kekuatan besar melalui doa, dan bahwa Indonesia dapat mengalami transformasi melalui persatuan, kerendahan hati, dan ketulusan dalam doa. Setiap kota dijajakinya dengan semangat dan sukacita, terima atau tolak, semua dijalani sebagai bentuk ketulusan dalam melayani Tuhan.





Dengan keprihatinan dan dedikasinya yang mendalam untuk Indonesia, Almarhum Pdt. Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si. akan dikenang sebagai salah satu pionir dan pemimpin rohaniah yang berkomitmen dalam membawa transformasi bagi bangsa ini.

Halaman:

Terkini