NAWACITAPOST.COM – Krisis pasokan energi menerjang Pulau Dewata. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di berbagai penjuru Bali mengalami kekosongan stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax.
Fenomena kelangkaan ini memicu antrean kendaraan yang mengular hingga ribuan meter, melumpuhkan efisiensi aktivitas harian warga serta wisatawan.
Pemicu utama dari kelumpuhan stok BBM di Bali ini berakar pada kendala pasokan mendasar yang memicu efek domino berupa keterlambatan distribusi secara masif.
Baca Juga: Sebut 54 Hektare Terbakar, Relawan TNPT Desak Pemerintah Tangani Karhutla dalam Skala Besar
Akibat terhambatnya arus lalu lintas pasokan tersebut, penyaluran ke tingkat pengecer terhenti, menyebabkan sejumlah SPBU kehabisan stok total.
Sementara itu, beberapa SPBU yang masih memiliki sisa pasokan langsung disbu warga hingga menimbulkan kepadatan ekstrem.
Dampak kelangkaan di lapangan kian memprihatinkan. Dalam unggahan di platform Threads, pengguna akun @blasiu*** melaporkan antrean sepeda motor yang meluber hingga keluar area pengisian di kawasan Pesanggaran pada Selasa pagi (13/10/2026).
“Kondisi pom bensin pesanggaran. Kurang lebih 1.5km. 6.25 AM. Kita lihat 1 jam kemudian dimana.” tulisnya menggambarkan kepanikan warga yang harus mengantre hingga 1,5 kilometer demi mendapatkan bahan bakar.
Menanggapi krisis yang kian memanas, Pemerintah Provinsi Bali langsung mengambil langkah cepat.
Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran perwakilan PT Pertamina (Persero) serta Himpunan Wiraswasta Murni Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) guna mengurai benang kusut kelangkaan dan mengatasi antrean panjang yang meresahkan masyarakat.
Usai pertemuan darurat tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa penanganan intensif tengah dilakukan agar pasokan BBM dapat kembali pulih secara bertahap mulai Senin sore (12/10/2026).
Guna menambal defisit pasokan, Pertamina Patra Niaga bergerak menerjunkan pasokan tambahan BBM sebanyak 26.200 kiloliter.
Pengiriman ekstra ini disalurkan secara bertahap melalui dua pintu utama pasokan energi Bali, yakni Terminal BBM Sanggaran di Kota Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem.
Meski pemulihan telah dimaksimalkan sejak Senin, 12 Oktober 2026, pemerintah menegaskan bahwa proses normalisasi di setiap SPBU tidak dapat terjadi secara serentak dalam satu waktu.
Kecepatan pemulihan stok di lapangan sangat bergantung pada estimasi waktu kedatangan armada pengangkut serta dinamika proses penyaluran di tiap-tiap titik penyerapan.
Sebagai langkah antisipasi berlanjut, Pertamina telah menyusun skema penjadwalan pasokan susulan yang akan masuk secara bergelombang pada Senin (12/10/2026), Rabu (14/10/2026), dan Jumat (16/10/2026).
Penyaluran menuju SPBU akan terus dioptimalkan dengan memprioritaskan kondisi stok kritis dan tingkat kebutuhan rill di setiap wilayah.
Guna mencegah kepanikan massal (panic buying) yang berpotensi memperburuk situasi, masyarakat Bali diimbau untuk tetap tenang, membeli bahan bakar sesuai kebutuhan wajar, serta tidak melakukan aksi borong berlebihan selama proses pemulihan pasokan dan penstabilan arus distribusi berlangsung.