mix-news

Kawal AMDAL Proyek AI Rp3,5 Triliun Jatiluhur, Dedi Mulyadi Turunkan Pakar ITB-UI

Rabu, 7 Oktober 2026 | 12:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melibatkan pakar ITB dan UI untuk memastikan pembahasan AMDAL data center AI BDx berlangsung objektif. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

NAWACITAPOST.COM – Pemprov Jawa Barat mengintensifkan pengawasan terhadap rencana investasi jumbo berupa fasilitas data center berbasis kecerdasan buatan (AI) BDx AI Campus 2 atau CGK4 di Kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
 
Tak tanggung-tanggung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerunkan deretan pakar papan atas lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) untuk mengawal serta membedah dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari proyek bernilai Rp3,5 triliun tersebut.

Langkah strategis ini diambil guna mendampingi Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menelaah setiap detail kriteria kelayakan lingkungan, teknis, serta dampak sosial.
 
Baca Juga: Terkuak, Pria Pengecut Saat Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong Ternyata Koruptor Rp1 Triliun Jimmy Masrin
 
Tim ahli independen yang diterjunkan mencakup berbagai disiplin ilmu vital, mulai dari spesialis kecerdasan buatan, ahli ilmu lingkungan, hingga pakar tata kelola sumber daya air.
 
Integrasi keahlian ini disiagakan untuk memastikan operasionalisasi fasilitas teknologi modern tersebut tidak mengorbankan daya dukung lingkungan maupun ruang hidup masyarakat setempat.

Penegasan mengenai pelibatan akademisi lintas disiplin tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun Instagram resminya @dedimulyadi71 pada Rabu (7/10/2026).
 
Dedi menepis kekhawatiran publik terkait potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh infrastruktur digital berskala raksasa tersebut.

"Kalau ngomongin data center, nggak usah cemas. AMDAL-nya bersikap objektif," tegas Dedi.
 
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Demi Stabilitas Inflasi dan Rakyat

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan bahwa transparansi publik akan menjadi prioritas dalam pengawalan proyek ini.
 
Identitas serta kepakaran para ahli ITB dan UI yang masuk dalam tim independen tersebut akan dibuka secara terang benderang kepada masyarakat sebelum dokumen evaluasi memasuki tahap finalisasi.

"Pakar-pakar itu berasal dari lulusan UI dan lulusan ITB. Dan nanti kami sampaikan juga nih nama-nama pakarnya dan nanti akan bekerja secara objektif," tambahnya.

Proses pengkajian AMDAL BDx AI Campus 2 saat ini memasuki fase krusial.
 
Pemprov Jabar bersama Pemkab Purwakarta telah menggelar rapat intensif pada Senin (5/10/2026) dengan menghimpun pemangku kepentingan lintas sektoral, mulai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jajaran akademisi, tim ahli teknis, hingga jajaran pimpinan perusahaan pengembang.
 
Baca Juga: Menkeu Suahasil Nazara Hadiri HUT ke-81 TNI, Tegaskan Komitmen Penguatan Pertahanan Nasional

Dalam pembahasannya, penelaahan difokuskan pada empat pilar vital yang menjadi parameter keberlanjutan investasi:

  • Ketersediaan Pasokan Air: Penilaian tingkat konsumsi air untuk sistem pendingin data center agar tidak mengganggu stok air bersih lokal dan irigasi.
  • Keandalan Energi Listrik: Pengujian kapasitas jaringan daya untuk mendukung operasi AI tanpa memicu defisit energi bagi wilayah sekitar.
  • Pengelolaan Limbah & Emisi: Analisis mitigasi limbah elektronik serta jejak karbon yang dihasilkan dari infrastruktur server skala besar.
  • Inklusi Ekonomi Lokal: Kepastian skema penyerapan tenaga kerja dan penciptaan nilai tambah ekonomi bagi warga Purwakarta.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengonfirmasi bahwa uji teknis dan evaluasi kelayakan proyek data center ini masih berjalan dinamis dan belum membuahkan keputusan akhir.

"Ini belum final ya, jadi baru pembahasan AMDAL. Dan tadi kita minta berpendapat dari berbagai ahli termasuk dari BRIN, termasuk dari BKPM, dan termasuk juga dari UI dan ini akan ditampung tentunya dan menjadi pembahasan secara teknis," pungkas Saepul kepada awak media, Senin (5/10/2026).(***)

Tags

Terkini