NAWACITApost.com - Seorang juru bicara militer Israel telah mengkonfirmasi bahwa jumlah korban tewas di Israel telah meningkat menjadi 1.200 orang, dengan lebih dari 2.700 orang terluka.
Dilansir dari The Times Israel, Kementerian Kesehatan mengatakan sebelumnya bahwa 2.901 orang terluka dalam serangan tersebut, dengan lebih dari 500 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk 26 orang yang kritis dan 340 orang dalam kondisi serius. Di sisi lain, terdapat 150 orang disandera yang tidak diketahui nasibnya.
Sementara di sisi lain, pasukan keamanan masih bertempur melawan Hamas di Israel selatan. Pada Selasa malam, militer Israel mengatakan bahwa jet-jet angkatan udara menghantam lebih dari 70 target Hamas di distrik At-Tuffah, Kota Gaza, dan juga sebuah struktur militer yang dioperasikan oleh Jihad Islam Palestina.
Pihak militer mengatakan bahwa daerah tersebut merupakan "sarang teroris" bagi Hamas dan merupakan pusat dari mana Hamas melakukan operasi melawan Israel. Sebuah bangunan yang digunakan oleh Jihad Islam Palestina juga menjadi sasaran, kata militer.
Sebelumnya, IDF mengatakan bahwa mereka menyerang rumah juru bicara sayap militer Hamas, yang dikenal sebagai Abu Obeida, di Jalur Gaza. Juru bicara IDF dalam bahasa Arab, Avichay Adraee mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa juru bicara tersebut bekerja untuk mengarahkan terorisme terhadap Negara Israel.
The Times Israel juga menyebutkan, seorang reporter dari i24 News melaporkan seorang komandan IDF mengatakan kepadanya bahwa mereka telah menemukan sekitar 40 mayat bayi, beberapa di antaranya telah dipenggal.
Di sisi lain, Al Jazeera melaporkan, Lama Al-Arian, seorang jurnalis untuk Vice News, mengatakan bahwa sebelas anggota keluarga besarnya, termasuk tiga anak, telah terbunuh dalam serangan udara Israel di Gaza. Al-Arian mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa anggota keluarga besar ibunya yang terbunuh termasuk seorang bayi berusia dua bulan bernama Zein-addin.