NAWACITApost.com - Pemerintah Israel secara resmi menyatakan perang pada hari Minggu (8/10/2023) kemarin. Hal itu berarti pemerintah Israel memberikan lampu hijau menggunakan langkah militer yang signifikan untuk membalas Hamas atas serangan kejutannya, pada hari sebelumnya.
Dilansir dari Times of Israel menyebutkan, jumlah korban tewas akibat serangan Hamas di atas 700 orang dan diperkirakan akan terus meningkat. Di sisi lain, lebih dari seratus orang diculik dan dibawa ke Jalur Gaza.
Kantor Pers Pemerintah, sebuah badan yang beroperasi di bawah Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan, jumlah sandera di Gaza mencapai lebih dari 100 orang. "Hamas dan Jihad Islam pada Minggu malam membanggakan diri bahwa mereka menahan sekitar 130 sandera Israel, dan mengklaim bahwa jumlah tersebut termasuk para pejabat tinggi militer," tulis Times of Israel, dikutip Senin (9/10/2023).
Jet-jet tempur Israel melakukan serangan udara terhadap target-target di Gaza pada Minggu sore. Tindakan itu dilakukan tak lama setelah kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa negara itu secara resmi dalam keadaan perang.
Hingga hari Minggu kemarin, pertempuran masih berlangsung di dekat perbatasan Gaza yang diserbu oleh orang-orang bersenjata Hamas sehari sebelumnya. Tembakan roket terus menghantam komunitas-komunitas Israel, ketika mereka bersiap-siap untuk melawan kelompok bersenjata Hamas yang berbasis di Gaza tersebut.