NAWACITAPOST.COM - Sejak beberapa bulan terakhir ini, Jepang mulai dibanjiri warga asing. Sementara itu, populasi penduduk negeri Sakura itu mulai menurun secara signifikan.
Data Kementerian Dalam Negeri Jepang menunjukkan kenaikan jumlah warga negara asing (WNA) tertinggi sejak 2013.
Berdasarkan data tersebut, penduduk asing di Jepang mencapai 2.993.839 orang, meningkat 10,7 persen dibanding tahun lalu.
Diberitakan Channel NewsAsia, jumlah penduduk yang paling tinggi tercatat berada di Tokyo dengan total 581.112 atau 4,2 persen dari populasi ibu kota Jepang tersebut.
Sebelum pandemi Covid-19 merebak, tepatnya per 1 Januari 2020, Jepang mencatat 2,87 juta WNA tinggal di negara itu.
Peningkatan WNA ini sendiri terjadi di tengah krisis jumlah penduduk Negeri Sakura yang mencapai rekor terendah pada 2022.
Menurut data pemerintah Jepang per Rabu (26/7), jumlah populasi terus turun selama 14 tahun berturut-turut.
Kemendagri mencatat bahwa pada 2022, jumlah penduduk keseluruhan di Jepang tercatat di angka 122.423.038 jiwa, berkurang 800.523 orang atau 0,65 persen dari tahun sebelumnya.
ini merupakan pertama kalinya jumlah populasi turun di seluruh 47 prefektur Jepang. Kemendagri menyatakan secara keseluruhan, ini adalah penurunan penduduk paling tajam sejak 1968.
"Penurunan jumlah anak dan populasi adalah masalah penting yang melibatkan masalah sosial, ekonomi, dan kesejahteraan sosial Jepang," kata juru bicara pemerintah, Hirokazu Matsuno, seperti dikutip AFP.