internasional

Layanan Visa di Bandara Lambat, Ombudsman : Ini Bukan Hanya Tugas Imigrasi

Sabtu, 24 September 2022 | 23:29 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM –Investasi yang masuk ke Indonesia dari luar negeri. Tujuannya meningkatkan perekonomian, juga membuka lapangan kerja baru.

Baca Juga : Pastikan Pelayanan Urusan WNA Cepat, Plt. Dirjen Imigrasi Cek Layanan di Imigrasi Jakarta Selatan


Hal itulah yang diminta Presiden Jokowi kepada Imigrasi, dalam mempercepat layanan visa (wisata dan kerja).

Arahan  Presiden Jokowi, anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Jemsly Hutabarat melakukan sidak di Bandara Internasional  I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Selasa, 20 September 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Imigrasi mempercepat layanan visa, baik visa wisata atau visa kerja. Salah satunya adalah untuk mendorong investasi sehingga meningkatkan perekonomian.

Usai arahan itu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) lalu melakukan sejumlah penelusuran. Anggota ORI Jemsly Hutabarat melakukan sidak di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 20 September 2022.

Seperti dikutip detik.com "Saat itu dalam waktu hampir bersamaan ada 6 penerbangan dengan total penumpang sekitar 2 ribu orang. Pihak Imigrasi sudah siap saat itu," ungkap Jemsly Hutabarat, Jumat (23/9/2022).

Jemsly mencatat,  hal pertama yang dilakukan wisatawan asing itu mencari Rupiah di money changer untuk pembayaran Visa on Arrival. Belum lagi ada masalah bila si turis tidak membawa uang pas.

Hal seperti ini seharusnya disosialisasikan  oleh pihak maskapai atau agen turis, agar wisatawan membawa uang pas, buat pembayaran agar tidak ada penumpukan. Ini bukan tugas Imigrasi, jelas Jemsly.

Walapun wisatawan membayar pakai kartu, psati terjadi penumpukan di pembayaran. Sebab, harus memasukkan PIN untuk menggesek.

Jemsly meminta agar wisatawan melakukan pembayaran online? Jadi sebelum datang, mereka sudah membayar dari negara masing-masing.

Terkait metode pembayaran, lagi-lagi bukan kewenangan Imigrasi,  tapi sudah diatur oleh Kementerian Keuangan. Setelah masuk meja cap paspor, Imigrasi sudah membuka 16 jalur. Tiap jalur ada 4 meja, tapi hanya 2 meja yang ada komputernya.

"Saya tanya kepada Kantor Imigrasi, kenapa 2 meja dibiarkan kosong? Kepala Kantor Imigrasi menerangkan bila Imigrasi sudah menyiapkan sistem software. Tapi untuk pengadaan komputernya bukan kewenangan Imigrasi, itu di kewenangan Angkasa Pura," kata Jemsly.

Ternyata, begitu tiba di bandara, wisatwan itu bukan harus diperiksa imigrasi, ada pihak angkasa pura, agen turis, dan money changer.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB