Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Siapa tak kenal Sri Mulyani Indrawati. Posisinya Menteri Keuangan (Menkeu) di era dua Presiden. Keberanian dan ketegasannya tak perlu diragukan.
Era SBY ketegasan ia sepertinya dihalangi tepatnya bisa diveto. Presiden RI Ke-6 lebih memilih kompromi alias main aman saja dengan siapa saja. Apalagi dengan negara Amerika dan Barat.
Baca Juga : Amerika Ganggu Kedaulatan Indonesia, Pengamat Militer Connie Rahakundini : Kita Harus Bantu Jokowi dan Lawan
Namun, bosnya kini bukan SBY, melainkan Jokowi. Sri membuktikan ketegasan dan keberaniannya bukan hanya jago kandang. Dikandang macan (Amerika) ungkapan apa adanya, tentu mengacu kepada aturan berlaku ditunjukan.
Baca Juga : Pengamat Hubungan Internasional Prof Hikmahanto : Indonesia Jangan Mau Diatur Amerika
Yaitu dalam pertemuan Menkeu G20, Sri menjelaskan dengan tegasnya. "Semua Pemimpin G20, Termasuk Putin, Diundang ke KTT Indonesia." Pernyataan Sri Mulyani tersebut menjawab pertanyaan apakah Putin akan menghadiri KTT G20 di Bali mendatang. "Ya, kami (telah) mengundang" jawab Sri Mulyani. Sri Mulyani menambahkan bahwa undangan ke acara tingkat Internasional itu telah dikirim semua. “Sekarang semua negara di G20 telah menerima undangannya,” tandas Sri.
Sebagai Ketua G20, Sri pun mempersilahkan Menkeu Rusia, Anton Siluanov untuk berbicara. Saat itu pula Menkeu Amerika dan Menkeu Ukraina melakukan walk out atau meninggalkan acara pertemuan itu.
Bagi Sri Mulyani kelakuan dua negara itu tidak heran dengan langkah tersebut. Intervensi tersebut tidak mengganggu jalannya diskusi yang berjalan secara tertutup ini.
Melalui Sri Mulyani, Indonesia tak bisa diatur. Efeknya, kita disegani pihak lawan dan kawan. Tak ada yang bisa main-main lagi dengan kita.
Seandainya G20 diadakan di Indonesia era SBY. Maka Sri hanya punya kekuatan sendiri. Apa yang diucapkannya, mungkin akan diveto oleh SBY. Yang lebih memilih kompromi demi mendapatkan sesuatu yang besar bagi dirinya.