internasional

Arab Saudi  : Festival Musik dan Israel

Kamis, 23 Desember 2021 | 14:31 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Putra Mahkota Mohammed bin Salman membuat keputusan spektakuler. Yaitu, mencabut larangan perempuan mengemudi,  dan melonggarkan segregasi gender dan melucuti kekuasaan polisi agama—yang biasa berkeliaran di jalan-jalan menghukum restoran yang memutar musik. Belum lagi larangan lainnya. Itu dilakukannya hanya beberapa tahun  lalu.  Namun, larangan itu tetap adanya penghormatan dalam menjalankan ibadah agama. Seperti sholat lima (5) waktu dan Azan. yang tak boleh ditinggalkan.

Baca Juga : Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel, Ini Manfaatnya Buat Indonesia


Dampaknya, terasa luar biasa. Festival musik bertajuk MDL Beast Soundstrom 2021 yang dihelat selama 4 hari (16 -19 Desember 2021) di ibukota Arab Saudi, yang didukung pemerintahaan kerajaan Arab Saudi  Riyadh sukses digelar. Kegiatan ini hanya terhenti 15 menit saat waktu Azan dan Shalat lima waktu.

Seperti dilansir sindonews yang mengutip media bloomberg. Penonton pria dan wanita bercampur, menyanyi dan bergoyang mengikuti para penghibur di atas panggung. Mereka juga datang dengan busana skinny jeans robek dan sepatu bot, busana yang tak biasa di kerajaan Islam. Pemandangan seperti ini tak pernah terpikirkan terjadi di Arab Saudi lima tahun lalu.

Bahkan anggota keluarga kerajaan yang juga pengusaha Arab Saudi, Pangeran Fahad al-Saud, yang hadir dengan jaket bermotif psikedelik dan eyeliner berkilau. "Izinkan kami maju, izinkan kami untuk mewakili diri kami dengan cara yang kami rasa cocok,” tegasnya.

Pangeran Mohammed telah memainkan peran besar bagi kemajuan Arab Saudi, dari berbagai bidang. Kebudayaan luar yang dulu dianggap tabu, kini  bisa disaksikan secara luar biasa dengan tatap muka. Walaupun di era pandemi diterapkan prokes ketat.

Kegiatan ini juga menambah pendapatan ekonomi negara Arab Saudi, yang selama ini  didapat dari Minyak dan ibadah haji, bertambah dengan ajang festival musik tersebut.

Kini Arab Saudi boleh dibilang telah menjadi negara Islam dengan konsep keterbukaan modern yang maju. Segala hal yang dalam 3 tahun lalu, dianggap tidak boleh atau dilarang. Menjadi diperbolehkan.

Lalu, bagaimana dengan masyarakat Indonesia. Yang mana sebagian besar mayoritas penduduknya beragama Islam. Seharusnya bisa mencotoh Arab Saudi soal keterbukaan dalam perbedaan

Bahkan, kabarnya Arab Saudi kini telah semakin mesra dengan Israel. Walaupun dalam tataran hubungan diplomatik masih dijajaki. Namun, itu sudah menggambarkan adanya langkah maju yang pesat dari kerajaan Arab Saudi melihat negara Yahudi tersebut.

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB