Jakarta, NAWACITAPOST - Indonesia patut berbangga, pasalnya ada sosok anak bangsa berhasil ikut mengembangkan vaksin AstraZeneca.
Carina Citra Dewi Joe, Perempuan muda ini turut bergabung dalam tim Jenner Institute University Oxford, dipimpin oleh Sarah Gilbert dalam uji klinis Astra Zenca.
Dalam tim, wanita yang sudah meraih gelar Doktor ini merupakan ilmuwan utama dalam proses manufaktur AstraZeneca.
Kepada Duta Besar RI untuk Inggris Raya, Desra Percaya, Carina menjelaskan proses panjang ketika mengembangkan vaksin yang kini sudah dipakai dilebih dari 170 negara.
Ketika mendapatkan proyek uji klinis vaksin COVID-19, Carina merasa dapat tanggung jawab besar mengingat hal tersebut bakal berpengaruh secara global. Terlibat dalam proyek yang dipimpin Sarah Gilbert, Carina mengaku senang dan sulit.
Melansir dalam video di YouTube Kompas TV pada Jumat (30/7/2021), wanita yang dulu bercita-cita menjadi dokter atau insinyur ini menjelaskan hak paten seperti apa yang dia pegang.
"Paten itu enggak cuma satu doang," ujarnya seraya menerangkan total ada lebih dari enam pemegang hak paten vaksin virus corona Oxford-AstraZeneca karena bidangnya berbeda-beda.
Kala itu sedang ada pembahasan tentang siapa pemegang hak paten vaksin Covid-19 nantinya.
Lebih lanjut, Carina menguraikan, dirinya memegang hak paten tentang manufacturing scale up atau produksi dalam skala besar. Sederhananya, tanggung jawab Carina Joe adalah menemukan cara agar vaksin AstraZeneca bisa diproduksi lebih banyak.
Kini, ia amat senang karena kerja keras mati-matian membuahkan hasil. Bahkan, banyak nyawa yang berhasil diselamatkan dengan kehadiran vaksin AstraZeneca yang sudah digunakan ratusan juta penduduk dunia.
"Senangnya, karena vaksin Oxford-AstraZeneca ini sudah disetujui di 178 negara. Dan sampai awal Juli sudah diproduksi 700 juta dosis. Dan, saya terima statistika bahwa ada puluhan ribu nyawa diselamtkan," kata Carina.