internasional

Retno Marsudi Berbesar Hati Atas Keberhasilan Presidensi Indonesia Pada G20

Selasa, 29 Juni 2021 | 11:37 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menghadiri pertemuan dengan menteri pembangunan dari negara-negara G20 di Italia, Selasa (29/06/021). Pertemuan tersebut berfokus pada pertemuan bilateral.

Sebelumnya, pertemuan Menlu G20 sudah dibuka sejak senin malam (28/06/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah menlu lain seperti Menlu Brunei Darussalam, India, Jepang, Singapura, dan Menlu Spanyol.

Sebagai informasi, tahun ini Indonesia telah menjadi bagian dari troika G20 bersama dengan Saudi Arabia dan Italia.

Dari pertemuan sebelumnya tersebut, Retno Marsudi menjelaskan mengenai pusat perhatian pemulihan global paska pandemi yang menjadi visi presidensi Indonesia.

"Pemulihan yang kita inginkan adalah sebuah pemulihan yang kuat, inklusif dan bermanfaat tidak saja bagi negara G20 namun juga bagi semua negara dunia" kata Menlu dalam keterangannya Senin, 28 Juni 2021.

Disamping itu, Retno juga telah melakukan pertemuan bilateral di Roma, dengan Menlu Italia dan Menlu Kanada pada Minggu, 27 Juni 2021. Pertemuan tersebut membahas kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah G20 di tahun 2022 mendatang, memastikan dukungan dari negara anggota G20 terhadap Presidensi Indonesia di G-20 dan membahas pentingnya penguatan diplomasi di bidang kesehatan.

Kementrian Luar Negeri berencana membentuk konsensus menjadi bridge builder dan memastikan kepentingan negara berkembang tercermin dalam keputusan-keputusan G-20.

Dalam upaya tersebut Presidensi Indonesia akan mendorong sejumlah isu antara lain produktivitas, resilience atau ketahanan, sustainaibility dan kemitraan atau enabling environment, serta global leadership atau kepemimpinan global.

Indonesia akan mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif bagi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif dan hijau, termasuk melalui penguatan ekonomi digital, pemberdayaan perempuan dan pemuda.

Respon poitif mengenai keberhasilan Presidensi G20 Indonesia disampaikan Retno, "Saya berbesar hati karena seluruh negara yang saya temui menyatakan dukungan kuat mereka bagi keberhasilan Presidensi G20 Indonesia" ungkapnya.

Selanjutnya, pembahasan mengenai penguatan diplomasi di bidang kesehatan berfokus pada vaksinasi massal dalam membantu mengurangi kasus Covid-19 yang ada di Indonesia.

"Program vaksinasi global yang berlangsung saat ini memberikan secercah harapan untuk keluar dari pandemi. Namun harapan tersebut belum merata di seluruh dunia akibat tingginya kesenjangan vaksin antara negara maju dengan negara berkembang," ujarnya.

Munculnya varian baru, mendorong dunia untuk mempercepat vaksinasi secara equal. Dalam kaitan ini, Indonesia terus mendorong diterapkannya kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Retno sampaikan upaya pemerintah mempercepat vaksinasi, seperti berbagi dosis atau doses-sharing, mendukung proposal TRIPS waiver berupa penghapusan sementara hak cipta untuk vaksin dan pengobatan Covid-19, menutup kesenjangan pembiayaan untuk ACT-Accelerator.

Khusus mengenai isu vaksin dan obat-obatan Covid-19, Retno rutin melakukan komunikasi intensif dengan Menlu India dan Menlu Jepang yang terfokus pada isu dosessharing vaksin.

Sebagai hasil dari komunikasi intensif tersebut Retno menyampaikan kesiapan Jepang untuk menyumbangkan sekitar 2 juta dosis vaksin jadi untuk Indonesia. 1 juta dosis vaksin direncanakan akan tiba pada 1 Juli 2021, sementara pengiriman kedua menurut rencana akan tiba pada pertengahan Juli 2021.

Dalam pertemuan, Retno bersama Menlu Jepang membahas kerjasama di bidang obat-obatan terapeutik. Menlu Jepang melihat kemungkinan kerjasama penyediaan obat-obatan terapeutik yang diperlukan Indonesia saat ini.

Sementara dengan Menlu India, Retno mengungkapkan harapannya agar ijin ekspor obat-obatan terapeutik dari India ke Indonesia, supaya diberi kelonggaran. Sebagaimana diketahui, situasi Covid-19 di India yang banyak maka India memberlakukan pembatasan sementara ekspor vaksin dan obatobatakan ke luar negeri.

Permintaan tersebut mendapat respon positif oleh India dan Indonesia telah mengajukan beberapa obat yang diperlukan saat ini.

Selain dua isu tersebut diatas, yang menjadi sorotan ialah keprihatinan negara-negara tersebut terhadap perkembangan di Myanmar.

Dalam pertemuan itu, Menlu India, Jepang, Spanyol, Italia dan Kanada, menekankan kembali dukungan terhadap upaya ASEAN untuk membantu Myanmar mengatasi krisis politik saat ini.

"Yang diperlukan tentunya adalah komitmen Myanmar, untuk menindaklanjuti 5-Point Consensus, hasil dari ALM yang diselenggarakan Jakarta, 24 April 2021 lalu." jelas Retno

Disamping itu, bersama dengan Menlu Brunei Darussalam dan Singapura, fokus yang dibahas Retno adalah penyelesaian penunjukkan Utusan Khusus ASEAN.

Dalam pertemuan tersebut, Retno menekan komitmen Indonesia atas pemberian akses kepada Utusan Khusus. Karena komitmen diperlukan agar Utusan Khusus dapat menjalankan tugas dengan baik.

"Tanpa akses terbuka kepada semua pihak maka akan sulit bagi Utusan Khusus menjalankan mandat yang diberikan yaitu melakukan mediasi dalam dialog yang inklusif" terangnya.

Selanjutnya, Isu mengenai isu Women, Peace and Security secara khusus dibahas dengan Menlu Spanyol yang juga seorang perempuan. Indonesia dan Spanyol sangat aktif dalam memajukan isu Women Peace and Security.

"Saya sampaikan bahwa atas inisiatif Indonesia telah terbentuk South East Asia Network of Women Peace Negotiators and Mediators. Networking ini pada bulan April 2021 telah diterima dalam Global Aliance of Regional Network." Pungkasnya.

(Kornelius Wau)

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB