Baca Juga : Ini Pesan Menteri Luar Negeri ke Para Diaspora
“Menteri Peter dan saya berdiskusi secara terbuka dan produktif mengenai berbagai isu termasuk menindaklanjuti kunjungan Perdana Menteri (PM) Orban (Viktor Orban) ke Jakarta tahun lalu,” kata Menlu Retno dalam pernyataan pers secara virtual, seusai acara.
Kami telah bertukar pandangan mengenai upaya kedua negara dalam mengatasi pandemi Covid-19 di masing-masing negara dan kawasan.
Retno juga Mengarahkan dengan total perdagangan senilai US$212 juta di tahun 2020, yang berarti peningkatan lebih dari 13,25% dibandingkan tahun sebelumnya. Ke depan, kita akan terus berupaya untuk meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara.. Oleh karena itu kedua Menlu bersepakat untuk memperkuat upaya menciptakan perdagangan yang berkelanjutan antara lain melalui. pembentukan hub atau gudang produk Indonesia di Budapest; mendorong ekspor produk komponen elektronik dan otomotif; dan menjajaki kemungkinan imbal-dagang dengan Hongaria
Selain itu, Retno juga mengharapkan agar LoI Pembentukan Indonesia –
Hungary Investment Fund yang ditandatangani hari ini dapat membuka jalan untuk meningkatnya partisipasi Hongaria pada proyek-proyek, seperti infrastruktur digital, instalasi pengolahan air dan pekerjaan umum, tandas Retno
Sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki ekosistem digital yang menjanjikan. Di sisi lain, Hongaria juga merupakan salah satu ekonomi digital terdepan di Eropa. Pada bulan November yang lalu, kami meluncurkan website HUNINDOTECH 2.0.
Sementara itu, Menlu Hongaria Péter Szijjártó mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk keempat terbesar di dunia mempunyai peran yang sangat penting dalam strategi hubungan ekonomi luar negeri untuk Hongaria. Salah satu contoh kerja sama ekonomi RI-Hongaria adalah peran Hungarian Export-Import Bank (Exim Bank) yang sudah membangun 15 inovasi di Indonesia termasuk memberi listrik bagi empat juta rumah tangga, peter juga berterima kasih bisa bekerja sama bilateral dengan Indonesia pungkasnya.
(Laporan Kornelius Wau)