NAWACITAPOST.COM - Perlawanan Islam di Lebanon, yang dipimpin oleh Hizbullah, kembali menunjukkan keberaniannya dengan menargetkan pasukan Pertahanan Israel. Serangan tersebut menyasar markas terbesar Israel di wilayah utara, Meron.
Serangan mendadak ini menyebabkan ledakan dahsyat di markas besar IDF (Israel Defense Forces), mengakibatkan korban jiwa di pihak militer Israel.
Informasi terbaru yang dilansir oleh Almayadeen Net, mengkonfirmasi bahwa Hizbullah melancarkan serangan tersebut pada hari Rabu (17/4). Dalam aksinya, Hizbullah menggunakan senjata roket dan artileri yang efektif.
Markas besar IDF di utara menjadi sasaran utama karena posisinya yang strategis bagi Israel. Hizbullah menargetkan dengan sengaja markas Komando Brigade Timur 769 di barak Kiryat Shmona serta Markas Komando Divisi 146 Israel di Jaatoun.
Serangan dilakukan menggunakan roket Katyusha, senjata yang mematikan dan efektif dalam serangan jarak jauh.
Baca Juga: Video Todung Mulya Lubis Mengakui Tidak Senang dengan Pernyataan Sri Mulyani
Media Israel juga mengkonfirmasi bahwa lebih dari 20 roket diluncurkan dari wilayah Lebanon, yang mengguncang ketenangan di sepanjang perbatasan.
Hizbullah menyatakan bahwa serangan ini adalah bentuk dukungan mereka terhadap rakyat Palestina yang saat ini berada dalam konflik berkepanjangan di Gaza. Tindakan ini menegaskan komitmen Hizbullah untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi agresi Israel.
Situasi di wilayah perbatasan Lebanon-Israel kembali memanas dengan serangan ini, meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Perlawanan Hizbullah terhadap Israel terus menjadi sorotan dalam dinamika konflik di Timur Tengah, menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan yang harus dihitung dalam pertarungan politik dan militer di kawasan tersebut.