internasional

2 Warga Israel Ditembak Mati di Meksiko

Minggu, 28 Juli 2019 | 17:32 WIB
Mexico, NAWACITA - Alon Azulay, 41 tahun, dan Benjamin Yeshurun Sutchi, 44 tahun, ditembak mati pada hari Rabu (24/07) oleh seorang perempuan berambut palsu berwarna pirang, sementara para tamu restoran lainnya menyaksikannya.

Perempuan yang ditangkap saat berusaha melarikan diri itu mengatakan kepada polisi bahwa tindakannya dilakukan karena patah hati. Tetapi polisi sekarang sedang menyelidiki apakah aksi tersebut sebenarnya karena balas dendam antar geng penjahat.

"Alasan patah hati hati telah dicabut," kata Ulises Lara, juru bicara Kejaksaan di Mexico City, kepada wartawan hari Kamis. "Kejadian kemarin membawa kita ke berbagai peristiwa pembalasan dendam antarkelompok penjahat."

Kedutaan besar Israel di Meksiko mengatakan dua pria tersebut terbukti melakukan kejahatan di Israel dan Meksiko. Sementara media Israel melaporkan Sutchi terkenal di antara dunia bawah tanah Israel. Tentara dan polisi menjaga kendaraan forensik setelah penembakan di pusat perbelanjaan Plaza Artz Pedregal sebagaimana dilansir Reuters

Sejumlah sumber polisi mengatakan kepada Ynet bahwa mereka tidak meragukan ini adalah "pembunuhan" yang diperintahkan warga Israel lainnya.

Meskipun demikian perempuan disebut bernama Esperanza N, 33 tahun, oleh media mengatakan kepada polisi bahwa dia menyerang mereka setelah hubungan percintaan yang dimulai di media sosial berakhir.

Dia ditangkap saat melarikan diri dari tempat kejadian, saat berusaha mengganti pakaian dan membuang kedoknya, demikan disampaikan sejumlah laporan setempat.

Polisi yang menyelidiki kemungkinan hubungan dengan perdagangan narkoba, penjualan senjata atau pencucian uang, juga mengatakan mereka meyakini perempuan tersebut paling tidak beraksi dengan bantuan tiga orang lainnya.

Seorang pria bersenjata diketahui menembak dan melukai seorang polisi di luar pusat perbelanjaan tempat serangan dilakukan.

Rekaman video yang disiarkan televisi Meksiko memperlihatkan dua pria di luar rumah makan yang ramai menembak ke udara, membuat para pengunjung berusaha menyelamatkan diri dan memaksa polisi mundur.

Dua pria tersebut melarikan diri dengan menggunakan mobil sementara seorang polisi terluka, demikian dilaporkan kantor berita Prancis, AFP.

Kejadian aneh membuat sejumlah pihak berpikir bahwa ini hanyalah dilakukan agar polisi tidak memperhatikan dibunuhnya dua warga Israel oleh dua orang, termasuk oleh seorang perempuan.

Rekaman video lain memperlihatkan seseorang berpakaian minim di jalan di mana dirinya kemudian ditangkap.

Media setempat melaporkan perempuan itu sedang berusaha mengganti baju dan akan memasang rambut palsu saat diringkus polisi.

Pada tiga bulan pertama tahun 2019 terjadi peningkatan pembunuhan di Meksiko sebesar 9,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018, demikian diisyaratakan angka resmi. Laporan tersebut menyatakan sudah 8.493 orang dibunuh dari tanggal 1 Januari sampai 31 Maret,

Angka dari Sistem Nasional bagi Keamanan Masyarakat menunjukkan pada tahun 2018 terjadi tingkat pembunuhan tertinggi sejak Meksiko mulai membuat pencatatan.

Negara bagian dengan tingkat pembunuhan tertinggi sampai sejauh ini di tahun 2019 adalah Guanajuato, Meksiko tengah, di mana dua kartel narkoba - Jalisco New Generation dan Santa Rosa de Lima - bersaing untuk menjadi penguasa.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB