Jakarta, NAWACITA – Kematian seorang Letnan Kolonen berinisial M di Jalur Gaza, terjadi dalam bentrokan dengan pasukan Hamas di Jalur Gaza pada November 2018 lalu. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak internal Militer Israel, peristiwa terjadi karena kelalaian pasukannya sendiri.
Berdasarkan konfirmasi Militer Israel kepada AFP, seorang juru bicara militer mengklarifikasibahwa sang perwira tewas akibat "kesalahan tembakan fatal" oleh rekannya sendiri yang berinisial A, saat terlibat operasi intelijen di dekat Khan Yunis, Selatan Gaza.
"Letnan Kolonel A menembaki sekelompok teroris Hamas yang ada di sana. Selama baku tembak, Letnan Kolonel M juga terbunuh bersama tujuh pasukan militan Hamas, termasuk komandan Militer Hamas setempat " bunyi pernyataan militer Israel pada Minggu (7/7).
Dalam operasi itu, Letnan Kolonel M dan sejumlah personel lainnya menyamar sebagai warga sipil. Operasi pasukan khusus pada 11 November 2018 itu berubah menjadi bencana ketika para pasukan yang menyamar, termasuk Letnan Kolonel M, terlihat oleh pasukan Hamas di wilayah itu.Baku tembak pun tak terelakkan antara militer Israel dan kelompok militan Hamas hingga menewaskan Letnan Kolonel M.
Insiden tersebut memicu serangan balasan dari Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza. Mereka meluncurkan sekitar 460 roket dan mortir ke wilayah Israel, dan sebuah rudal anti-tank yang menerjang sebuah bus yang diduga kelompok itu berisikan personel-personel Israel.
Sebanyak 27 warga Israel yang terluka akibat serangan rudal itu, tiga di antaranya terluka parah. Israel kemudian melakukan serangkaian serangan udara balasan kepada pasukan militan Hamas itu hingga menewaskan tujuh warga Palestina hanya dalam waktu 24 jam. Pernyataan militer Israel tidak menjelaskan tujuan dari operasi pasukan khusus tersebut. Namun, operasi tersebut dibatalkan tak lama setelah bentrokan terjadi.
Merespons laporan militer Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan akan "mempelajari" dan "memberikan rekomendasi" dari kesimpulan penyelidikan tersebut. Gencatan senjata akhirnya disepakati oleh kedua belah pihak yang bertikai melalui perjanjian yang difasilitasi oleh Mesir.