internasional

Iran Ancam Langgar Banyak Komitmen, Perjanjian Nuklir 2015 dengan AS

Minggu, 7 Juli 2019 | 17:16 WIB

Washington, NAWACITA - Iran mengancam akan melanggar lebih banyak komitmen di bawah perjanjian nuklir 2015 dalam waktu 60 hari, kecuali ada solusi untuk 'menyelamatkan' perjanjian itu. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam konferensi pers, Minggu 7 Juli 2019.


 


"Kami berharap kami dapat mencapai solusi, jika tidak setelah 60 hari kami akan mengambil langkah ketiga juga," kata Araghchi, seperti dilaporkan AFP.


Hal itu dia tegaskan setelah menyoroti penurunan tajam dari penjualan minyak negaranya sebagai salah satu masalah utama yang perlu dipecahkan.


Sementara itu, juru bicara organisasi energi atom Iran, Behrouz Kamalvandi, mengatakan Iran akan mulai memperkaya uranium di luar kesepakatan nuklir, yakni 3,67 persen. Angka itu ditetapkan dalam perjanjian nuklir 2015.


"Perintah yang diterima dari presiden Hassan Rouhani akan menerapkan beberapa rincian teknis yang sudah diselesaikan," kata Kamalvandi.


Rouhani awalnya mengisyaratkan niat Iran itu pada 8 Mei, tepat satu tahun setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir 2015.


Dia mengatakan langkah itu sebagai tanggapan atas kegagalan dari negara-negara lain yang terlibat dalam perjanjian untuk menepati janji mereka membantu Iran mengatasi sanksi yang diberlakukan kembali oleh AS pada paruh kedua 2018.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB