NAWACITAPOST.COM - Emilia Clarke, yang dikenal melalui perannya sebagai Daenerys Targaryen dalam serial Game of Thrones, telah menghadapi tantangan besar di luar layar. Seorang wanita yang dikenal dengan ketangguhannya ini mengalami cobaan serius ketika harus menghadapi cedera otak yang mengancam nyawanya.
Setelah melalui perjalanan sulit pemulihan dari cedera otaknya, Emilia bersama ibunya mendirikan organisasi amal bernama SameYou.
Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada mereka yang sedang menjalani perawatan pemulihan cedera otak. Langkah berani mereka dalam membantu pasien cedera otak mendapatkan penghargaan yang tinggi, termasuk pengakuan dari kerajaan Inggris.
Menurut informasi dari Brightside, pada tahun 2011, setelah musim pertama Game of Thrones selesai, Emilia Clarke sedang menikmati perkembangan karirnya yang pesat. Namun, pada awal tahun itu, saat berolahraga di sebuah gym di London Utara, ia merasakan sesuatu yang tidak biasa terjadi pada otaknya.
Awalnya, Emilia mencoba mengabaikan rasa sakit yang muncul, namun kondisinya semakin parah. Rasa sakit di kepala membuatnya kesulitan bahkan untuk memakai sepatu dan berjalan menuju ruang ganti.
Meskipun menderita, ia bertekad untuk tetap bergerak, mencoba menggerakkan jari dan kaki sebagai upaya untuk tidak lumpuh. Bahkan di tengah kesakitan, ia berusaha untuk mengingat setiap detail dari Game of Thrones agar ingatannya tetap tajam.
Baca Juga: Melanggar Privasi? Simak Aturan Mengambil Foto dan Rekaman di Jepang
Sadar akan kondisinya yang semakin buruk, Emilia segera menjalani pemindaian otak secara mendetail. Hasilnya, ia didiagnosis menderita perdarahan subarachnoid (SAH), suatu jenis stroke kritis yang disebabkan oleh pendarahan di ruang sekitar otak. Selain itu, arteri yang pecah juga teridentifikasi sebagai penyebab masalahnya.
Kasus yang dialami Emilia merupakan situasi yang sangat berbahaya, dan dalam kebanyakan kasus, dapat menyebabkan kematian segera setelah munculnya gejala. Untungnya, beberapa pasien yang melewatinya masih memerlukan perawatan segera karena risiko pendarahan yang berpotensi fatal. Emilia harus menjalani operasi dengan harapan kesembuhan, meskipun tanpa jaminan pasti.