NAWACITApost.com - Sejak konvoi truk bantuan pertama memasuki Gaza melalui penyeberangan pada 21 Oktober, daerah kantong Palestina itu telah menerima sekitar 420 truk bantuan pada Sabtu pagi. Namun, badan-badan bantuan internasional mengatakan bahwa jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang sangat besar di wilayah konflik tersebut.
"Kami berharap akan ada lebih banyak lagi bantuan yang terus mengalir kepada mereka," kata Mohamed Rageh, direktur Kantor Sinai Utara Yayasan Misr El Kheir, yang juga merupakan anggota NACDW, dilansir dari dailynewsegypt.com, Senin (6/11/2023).
Dia mencatat bahwa truk bantuan yang masuk ke Gaza per hari mencapai 60 truk, dari sebelumnya hanya 20 truk. Sebelum menuju ke Gaza, pengiriman bantuan tersebut harus melalui penyeberangan Nitzana di Israel untuk diperiksa terlebih dahulu.
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan, bahwa kesulitan logistik yang diberlakukan oleh Israel dan pengeboman berulang kali di perlintasan perbatasan Rafah telah menunda pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Penyeberangan Rafah Mesir dan bandara El-Arish, yang menerima pesawat bantuan dari negara-negara lain, digambarkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam kunjungannya ke Mesir pada bulan Oktober, sebagai "jalur penyelamat bagi rakyat Gaza."
"Kami tidak berhenti bekerja sejenak pun sejak awal krisis, sibuk mengumpulkan donasi dan membeli, menyiapkan, mengemas, dan menumpuk pasokan bantuan," kata Abdel-Rahman Habat, manajer portofolio kebutuhan dasar di Life Makers Foundation.
Diketahui, pada Minggu (5/11/2023) kemarin, serangan Israel ke Gaza terus berlanjut. Konflik Israel-Hamas, yang berkecamuk selama hampir satu bulan, telah menyebabkan kematian 9.770 warga Palestina di Gaza.
Di pihak Israel, lebih dari 1.400 orang kehilangan nyawa mereka. Sebagian besar dari mereka tewas dalam serangan militer Hamas ke Israel pada tanggal 7 Oktober, yang memicu konflik yang sedang berlangsung hingga saat ini.