NAWACITAPOST.COM — Ketajaman analisis intelijen dan kepungan presisi tim gabungan berhasil meremukkan pergerakan jaringan narkotika internasional di tanah Melayu.
Dalam penyergapan dramatis yang berlangsung di dua lokasi berbeda, Bea Cukai Pekanbaru bersama Tim Gabungan Kanwil Bea Cukai Riau, Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, serta Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri sukses menyita puluhan kilogram barang haram berdaya rusak tinggi.
Penindakan besar melalui Operasi Patma Berani pada Sabtu (19/09/2026) ini membuahkan hasil signifikan.
Baca Juga: Dua Menteri Turun Tangan, Menkeu Suahasil Nazara Murka Penyelundupan 420 Ton Beras Diungkap
Petugas gabungan mengamankan barang bukti bernilai fantastis berupa 21.258 gram (sekitar 21,2 kg) metamfetamina atau sabu, 25.607 butir pil ekstasi (MDMA), serta 1.100 unit vape berisi zat berbahaya Etomidate.
Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Benny Wismo Noegroho, mengungkapkan bahwa keberhasilan membongkar komplotan lintas negara ini berakar dari kecermatan pemetaan intelijen yang bergerak sangat cepat di lapangan.
Dramatisasi penyergapan bermula ketika tim melakukan pencegatan berisiko tinggi terhadap sebuah kendaraan roda empat yang melintas di kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, pada Sabtu malam (19/09/2026).
Tanpa memberi ruang gerak, petugas mengepung kendaraan tersebut dan berhasil meringkus seorang kurir berinisial AAR (24).
Dari penggeledahan mendalam di dalam mobil, petugas mendapati puluhan bungkus narkotika yang siap diedarkan.
Tak berhenti di situ, berbekal pengakuan AAR, Bea Cukai Pekanbaru bersama tim gabungan langsung menyusun taktik penyerahan terarah (controlled delivery) malam itu juga. Pergerakan senyap diarahkan menuju daerah Lipat Kain, Kabupaten Kampar.
Taktik tersebut membuahkan hasil manis pada Minggu (20/09/2026), saat petugas menyergap tersangka kedua berinisial T (58) tepat ketika pelaku datang mengendarai mobil untuk menjemput paket barang haram tersebut.
Seluruh barang bukti berbahaya beserta dua tersangka yang berhasil diringkus kini telah diserahterimakan penuh kepada Bareskrim Polri guna pengembangan penyidikan mendalam serta pemburuan terhadap aktor intelektual pengendali jaringan tersebut.
Benny menegaskan bahwa keberhasilan penindakan ini menjadi bukti keteguhan aparat dalam melindungi benteng pertahanan bangsa dari gempuran zat adiktif ilegal.
"Keberhasilan operasi ini menjadi wujud nyata komitmen Bea Cukai Pekanbaru bersama instansi terkait dalam menjalankan fungsinya sebagai community protector, guna melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman mematikan narkotika," ujarnya.
Artikel Terkait
Ancaman Mogok Mendadak di Balik Kepraktisan Motor Matic: Kapan Komponen CVT Wajib Diganti?
Diduga Keracunan Makanan Resto Korea di Bandung, Puluhan Warganet Diare Hingga Rawat Inap
Perang Dingin Skutik 125cc Oktober 2026: Intip Peta Harga Raja Jalanan
Diduga Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas, Bocah SD di Pemalang Meninggal Dunia
Awas Petaka di Jalan: Kenali Tanda CVT Motor Matic Harus Segera Diganti