featured

Tangkas Hadapi Ketidakpastian Global, Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Ketahanan APBN di Bangkok

Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIB
Suahasil Nazara Menteri Keuangan Republik Indonesia. (Dok. Kementerian Keuangan)

BANGKOK, 14 Oktober 2026 — Di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global dan fragmentasi geopolitik yang kian tajam, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berdiri kokoh.
 
Di hadapan para investor global, Menkeu Suahasil menekankan bahwa kombinasi antara kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta sinergi erat antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi fondasi utama yang memelihara kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

Pernyataan strategis tersebut disampaikan Menkeu Suahasil Nazara dalam forum berkelas dunia Investor Meeting Kemenkeu with Bank Indonesia & Danantara yang difasilitasi oleh Deutsche Bank di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).

Menkeu Suahasil memaparkan bahwa ketahanan ekonomi domestik tefleksikan secara nyata melalui deretan indikator makroekonomi terkini.
 
Inflasi Indonesia pada akhir September 2026 terkendali di level 3,3 persen, sementara Indeks Manufaktur (PMI) rebound ke zona ekspansif di angka 52,4.
 
Ditambah dengan neraca perdagangan yang konsisten mencatatkan surplus, sektor eksternal Indonesia terbukti memiliki daya tahan yang solid.

Meski demikian, pemerintah tidak melepaskan kewaspadaan terhadap potensi guncangan eksternal, seperti tingginya suku bunga global dan volatilitas harga komoditas.
 
Untuk menavigasi risiko tersebut, Menkeu menegaskan komitmen pemerintah dalam mempertahankan disiplin anggaran dengan menjaga defisit APBN tetap di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” jelas Menkeu Suahasil Nazara.

Sasar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

Menatap lanskap ekonomi ke depan, Menkeu Suahasil Nazara menggarisbawahi bahwa investasi produktif akan menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan.
 
Dalam kerangka APBN 2027, pemerintah memancang target pertumbuhan ekonomi yang ambisius sebesar 6 persen, yang disokong oleh laju pertumbuhan investasi minimal 7 persen.

Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah mengorkestrasi sinergi tripartit yang mengintegrasikan fleksibilitas fiskal, peran strategis Danantara dalam investasi berskala besar, serta partisipasi aktif dari sektor swasta.

Melengkapi optimisme tersebut, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, menyatakan bahwa orientasi pemerintah tidak hanya berhenti pada penarikan modal masuk, melainkan membangun kepercayaan investor yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Suminto menambahkan bahwa strategi tersebut ditempuh melalui pemeliharaan stabilitas perekonomian secara berkesinambungan, komunikasi kebijakan secara terpadu kepada pasar, serta penegakan disiplin dan integritas pasar demi menciptakan pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid.
 
Ketiga adalah terus melakukan pendalaman pasar keuangan, terutama dengan memperkuat investor institusional maupun ritel domestik, sehingga pasar keuangan tidak saja lebih aktif dan likuid, namun juga lebih resilien dalam menghadapi dinamika keuangan global.
 
Melalui pengelolaan APBN yang kredibel, fundamental makroekonomi yang terjaga, dan penguatan ekosistem investasi, Indonesia terus membuka ruang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi.
 
Pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi kebijakan dan keberlanjutan fiskal, sekaligus menciptakan peluang investasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Terkini

Link Twibbon Hari Santri 2023

Selasa, 17 Oktober 2023 | 22:03 WIB

Apa Itu Umrah Backpacker?

Jumat, 6 Oktober 2023 | 23:05 WIB