ekonomi

Wamenkop Ajak Gen Z Pulang Kampung, Jadikan KDMP Motor Ekonomi Desa

Rabu, 4 Maret 2026 | 10:14 WIB
lustrasi Koperasi Desa Merah Putih Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Desa (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menyerukan gerakan "Kembali ke Desa" bagi generasi muda, khususnya kaum Gen Z, dalam upaya memperkuat struktur ekonomi akar rumput melalui wadah koperasi.

Seruan ini disampaikan dalam gelaran Soemitro Fest - Koperasi Goes To Campus yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH), Kota Serang, Banten, pada Selasa (24/2/2026).

Dalam orasinya di hadapan ratusan mahasiswa, Wamenkop menekankan pentingnya reorientasi karier bagi lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya terfokus pada pencarian kerja di kota besar, tetapi berani menjadi penggerak ekonomi di daerah asal.

Baca Juga: Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah UPTD Wilayah 1 Dinas PUPR Pemkab Rokan Hulu Terus Melakukan Pemeliharaan Jalan

Menghapus Ironi Sumber Daya Desa

Wamenkop memaparkan sebuah fenomena paradoks yang selama ini menghambat kemandirian ekonomi desa. Menurutnya, desa merupakan lumbung kekayaan alam, namun seringkali manfaat ekonominya justru dinikmati oleh pihak luar.

"Seluruh sumber daya alam berada di desa, tapi yang memanfaatkan dan mengelolanya justru orang dari luar desa atau kota. Sementara itu, SDM unggulnya banyak yang ke kota untuk kuliah dan mencari kerja. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bertujuan untuk menghapus ironi tersebut," tegas Farida Farichah.

Ia mendorong para mahasiswa untuk melakukan pemetaan potensi desa secara komprehensif, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga perkebunan. Gen Z diharapkan mampu memberikan nilai tambah (added value) pada produk mentah desa. Sebagai contoh, jika desa merupakan penghasil tomat, mahasiswa harus mampu menginisiasi produksi turunan seperti saus sambal hingga jus kemasan yang memiliki daya jual lebih tinggi.

Koperasi Sebagai Ruang Strategis Masa Depan

Mengubah citra koperasi yang sering dianggap kuno, Wamenkop menegaskan bahwa koperasi masa kini adalah wadah modern dan profesional yang sangat relevan dengan ekspresi diri anak muda. Ia meminta mahasiswa tidak menjadikan koperasi sebagai pilihan kedua atau tempat persinggahan sementara.

Baca Juga: Momentum Apresiasi dan Motivasi, 9 Pegawai Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Resmi Naik Pangkat Setingkat Lebih Tinggi

  • Pusat Konsolidasi: Kopdes Merah Putih akan menjadi integrator yang mengonsolidasikan potensi desa dan membangun jaringan pemasaran produk antarwilayah.
  • Laboratorium Kepemimpinan: Di koperasi, mahasiswa belajar kewirausahaan sosial, negosiasi, pengelolaan risiko, dan pembangunan kepercayaan (trust building).
  • Visi Kolektif: Berbeda dengan korporasi biasa, koperasi mengedepankan manfaat bersama di samping keuntungan finansial.

Sinergi Triple Helix: Kebijakan, Kampus, dan Koperasi

Senada dengan Wamenkop, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menyatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi akan terus diakselerasi, terutama di wilayah kaya sumber daya alam.

"Ini adalah inisiatif yang mempertemukan dunia kebijakan, dunia koperasi, dan dunia kampus. Tiga kekuatan ini jika bersatu mampu mengubah wajah perekonomian bangsa," ujar Destry.

Ia meyakini bahwa kampus adalah tempat lahirnya gagasan yang akan membentuk masa depan koperasi Indonesia.

Baca Juga: Apel Pagi Bapas Muara Teweh Dirangkai dengan Penyerahan Kenaikan Pangkat Pegawai

Inspirasi Global dan Langkah Nyata UIN SMH Banten

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, memberikan perspektif global mengenai kekuatan koperasi di kancah internasional sebagai pembanding. Ia memaparkan data signifikan:

Halaman:

Tags

Terkini