NAWACITAPOST.COM - Dalam laporan terbarunya, Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode 2023 dan 2024 tetap tidak berubah, berada pada angka 5 persen.
Meskipun tidak mengalami perubahan, proyeksi ini mencerminkan keyakinan IMF terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Kepala Ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, menyatakan bahwa beberapa negara, terutama di Asia Tenggara, menunjukkan ketahanan ekonomi yang luar biasa. Pada saat di mana beberapa negara lain menghadapi ketidakpastian, pertumbuhan ekonomi yang cepat dapat diamati di kawasan ini.
Baca Juga: BMKG Prediksi Kapan Puncak Musim Hujan Terjadi pada 2024
Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Meskipun beberapa mitra dagang, seperti China, diproyeksikan untuk mengalami pertumbuhan yang lebih lambat, Indonesia diyakini dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang solid dengan permintaan domestik menjadi pendorong utama.
Pemerintah Indonesia juga memberikan pandangan positif terhadap prospek ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2023 akan mencapai angka di atas 5%, dan target pertumbuhan 5,2% pada tahun 2024 tetap dipertahankan.
Resiliensi ekonomi Indonesia disebabkan oleh permintaan domestik yang kuat dan kebijakan substitusi untuk mengatasi dampak pelemahan eksternal.
Baca Juga: Eksplorasi Desa Wisata Bedono yang Unik, Ada Makam Terapung
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat di tahun 2024 akan didorong oleh pemilu yang diharapkan memberikan dampak positif terhadap konsumsi pemerintah dan masyarakat serta pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) 2024.
"Pertumbuhan ekonomi yang kuat di 2024 terutama didorong oleh pemilu yang kita harap berdampak positif," kata Sri Mulyani.