NAWACITAPOST.COM - Prajogo Pangestu, pria yang lahir dari keluarga sederhana dengan latar belakang sebagai pedagang karet, mengambil alih posisi puncak sebagai orang terkaya di Indonesia, menggeser figur yang sudah lama menempati posisi itu.
Data terbaru (26/12/2023) dari Forbes Real Time Billionaires mengungkapkan, kekayaan Prajogo mencapai US$54,4 miliar atau setara Rp841,73 triliun.
Angka tersebut merupakan sebuah lonjakan yang luar biasa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam rentang waktu satu tahun, kekayaan Prajogo melonjak hingga 982%.
Baca Juga: Rizal Ramli Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Istri Tercinta, Dihadiri Sejumlah Tokoh
Pada akhir tahun 2022, Prajogo masih berada di peringkat tujuh orang terkaya di Indonesia.
Namun, dalam satu tahun saja, pria kelahiran Kalimantan Barat 13 Mei 1944 itu berhasil mengguncang posisi para pemain besar lainnya, seperti Low Tuck Kwong dan Robert Budi Hartono.
Kini posisi kedua orang tersebut berada di bawah Prajogo. Low Tuck Kwong memiliki kekayaan sebesar US$28,3 miliar atau setara Rp437,88 triliun. Sumber kekayaannya berasal dari perusahaan batu bara PT Bayan Resources.
Sementara Hartono memiliki sebesar sebesar US$26,0 miliar atau Rp402,3 triliun pada tahun ini. Sumber kekayaan Robert Budi Hartono berasal dari Grup Djarum dan BCA.
Baca Juga: Resmi Pamit, Begini Sejarah Noah
Perjalanan bisnis Prajogo dimulai pada akhir 1970-an dengan bisnis perkayuan.
Perusahaannya, Barito Pacific Timber, mulai go public pada tahun 1993 dan berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007.
Barito Pacific tidak hanya berkembang menjadi perusahaan yang besar dalam sektor kayu, tetapi juga melakukan diversifikasi bisnis ke sektor petrokimia dan energi terbarukan.
Pada tahun 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis Prajogo.
Baca Juga: Bom di Iran Tewaskan Lebih dari 100 Orang, Pemerintah Umumkan Hari Berkabung Nasional
Pada Maret 2023, perusahaan pertambangan batu bara Prajogo, Petrindo Jaya Kreasi, tercatat sebagai perusahaan publik. Bahkan, enam bulan kemudian, di bulan Oktober 2023, anak perusahaannya yang fokus pada energi terbarukan, Barito Renewables Energy, terdaftar sebagai perusahaan publik.