ekonomi

PW Muhammadiyah Jabar Berikan kesempatan untuk menjadi Tenaga Pendamping UMKM Halal dan Dapat Honor

Sabtu, 1 Maret 2025 | 23:01 WIB
Caption : Sosialisasi Pendamping Produk Halal LP3H PW Muhammadiyah

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Wujudkan jutaan produk halal di seluruh Indonesia, Muhammadiyah terus memperkuat ekosistem halal di Indonesia melalui Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Program tersebut tidak hanya membantu UMKM naik kelas dengan sertifikasi halal, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sebagai pendamping produk halal.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Program HalalMu LP3H PW Muhammadiyah Jawa Barat, Alan Barok menyampaikan bahwa sertifikasi halal menjadi kunci bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk mereka.

Dalam keterangan tertulisnya, dia juga menambahkan bahwa masyarakat juga dapat berpartisipasi sebagai pendamping produk halal dan mendapatkan honor.

“Program ini bukan hanya membantu UMKM, tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Banyak peserta dari berbagai daerah, mulai dari Papua, NTB, Sulawesi, Kalimantan, hingga Pulau Jawa, telah bergabung dan mengikuti pelatihan sebagai pendamping halal,” ujar Alan Barok Ulumudin, Sabtu (01/03/2025).

Lebih lanjut, Alan menjelaskan bahwa bagi UMKM yang ingin mendapatkan sertifikat halal atau masyarakat yang tertarik menjadi pendamping halal, pendaftaran dapat dilakukan melalui LP3H PW Muhammadiyah Jawa Barat dengan menghubungi kontak 085714249549 (Dani M. S.Sy).

“Kami masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam penguatan ekosistem halal ini,” jelasnya.

Selain itu, Alan mengungkapkan, program sertifikasi halal ini berada di bawah naungan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

BPJPH menargetkan penerbitan 3 juta sertifikat halal baru bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) pada 2025 untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta memperluas pasar ekspor.

Sementara itu Penanggung Jawab LP3H PW Muhammadiyah Jawa Barat, Ace Somantri mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen industri halal nomor satu di dunia, khususnya dalam kategori makanan dan minuman.

Negara Indonesia dengan jumlah pemeluk agama Islam mencapai 86,88% dari total populasi, kebutuhan akan produk halal terus meningkat, sehingga melalui program tersebut menjadi modal utama dalam memberikan kontribusi nyata produk halal.

“Sertifikasi halal bukan hanya soal kepastian hukum bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan terhadap produk dalam negeri, sehingga UMKM bisa bersaing di pasar global,” ungkapnya.

Industri Halal Targetkan USD 3,2 Trilliun

Ketua LP3H PW Muhammadiyah Jawa Barat, Mochamad Fadlani Salam menyampaikan, industri halal terus berkembang dengan nilai konsumsi global mencapai USD 2,2 triliun dan diproyeksikan meningkat hingga USD 3,2 triliun pada 2024.

Halaman:

Terkini