Kamis, 4 Juni 2026

Bertemu Menteri Desa PDTT Gus Halim Soal BUMDesa, Delegasi Rwanda Ingin Terapkan di Negaranya

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:46 WIB
Menteri Desa dan PDTT Gus Halim Terima Delegasi Rwanda di ruang kerjanya, kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (9/10/2023). Foto Humas Kemendes PDTT.
Menteri Desa dan PDTT Gus Halim Terima Delegasi Rwanda di ruang kerjanya, kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (9/10/2023). Foto Humas Kemendes PDTT.

NAWACITApost,com  – Salah satu program Kemendes PDTT yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) berhasil. Membuat delegasi Rwanda ingin menerapkan di negaranya. Maka delegasi tersebut bertemu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar biasa disapa Gus Halim di ruang kerjanya kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (9/10/2023). Demikian keterangan resmi website Kemendes.go.id yang diintip media nawacitapost,com, Selasa (10/9/2023).


“Kami melihat memang ada beberapa hasil positif yang ingin kami pelajari terutama di level keluarga bagaimana meningkatkan keberhasilan ekonomi dan sosialnya. Bagaimana meningkatkan kesejahteraan aktivitas ekonomi dan investasi yang berdampak pada mereka,” kata Kabera Godfrey, salah satu delegasi Pemerintah Republik Rwanda saat audiensi dengan Mendes PDTT yang akrab disapa Gus Halim di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Senin (9/10/2023).





Delegasi Pemerintah Rwanda memang sengaja menghadap Gus Halim untuk belajar tentang berbagai hal yakni cara untuk membangun desa hingga jumlah desa maju dan mandiri di Indonesia terus meningkat jumlahnya.

Terkait dengan BUMDesa tersebut, mereka menilai sebagai cara yang sangat efektif karena dapat memanfaatkan potensi desa, sekaligus menambah penghasilan masyarakatnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Halim menjelaskan dua model BUMDesa yang tidak hanya sebagai pengelola produsen namun juga sebagai pihak yang mengkonsolidasikan kegiatan ekonomi warga.

Profesor Kehormatan Unesa Surabaya ini menyebutkan bahwa prinsip BUMDesa itu tidak mematikan usaha warga yang telah berjalan.

“Pertama dia (BUMDesa) menjadi pengelola produsen. Kedua BUMDesa yang mengkonsolidssi berbagai kegiatan ekonomi warga. Jadi dia tidak produksi apa-apa hanya membantu produksinya warga, membuat pengemasan lebih bagus, menjadikan pemasaran lebih banyak,” tutur Gus Halim.

Sehingga model apa pun harus tetap bertumpu pada kesejahteraan warga. Sebagai contoh BUMDesa produktif tapi mengganggu itu tidak boleh.

"Jadi warga sudah punya produksi lokal yang sudah berjalan kemudian BUMDesa berdiri dia melakukan hal yang sama sehingga penghasilan warga jadi turun. Ini dilarang keras,” tegasnya.

Hadir mendampingi Gus Halim dalam audiensi tersebut yakni Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PDP Sugito, Dirjen PPKTrans Danton Ginting Munthe, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Bito Wikantosa, dan Direktur Pengembangan Produk Unggulan Ari Indarto Sutjiatmo.

Sementara itu, Kabera Godfrey didampingi delegasi Pemerintah Republik Rwanda lainnya, yakni Ngendahimana Pascal dan Uwimana Japhet.

Audiensi ini juga diikuti secara aktif oleh perwakilan dari SPARK Microganst yaitu Nsabimana Gilbert, Mugwaneza Rachel, Mugeni Liliane, dan Harshil Haren Parekh.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini