Sabtu, 18 Juli 2026

Tahun 2030, Potensi Bisnis Startup di ASEAN Tembus 1 Triliun Dolar

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 6 September 2023 | 13:55 WIB

Jakarta, NAWACITApost.comPotensi bisnis startup digital diprediksi dapat menembus USD 1 trilyun di ASEAN, pada tahun 2030. Namun, untuk mencapainya, bisnis startup perlu didukung dan didorong melalui inovasi dan fasilitasi kolaborasi baik di kawasan ASEAN maupun Indo-Pasifik.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah dalam pidato pembukaannya, pada kegiatan ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) Startup Connect di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Acara yang berlangsung dua hari 5-6 September 2023 tersebut merupakan side event dari rangkaian KTT ke-43 ASEAN.

Sebanyak 52 startup di bidang usaha finansial, UMKM, rantai pasok, dan ekonomi kreatif dari tujuh negara ASEAN, serta 21 corporate partners dari tiga negara turut menghadiri kegiatan AIPF Startup Connect. Adapun 7 negara ASEAN yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu Indonesia, Kamboja Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan, ke-21 corporate partners dari tiga negara antara lain berasal dari Indonesia, Jepang, dan Singapura.

Melalui kegiatan ini, lanjut Faizasyah, diharapkan ASEAN terus menelurkan startup yang sukses hingga berkelas unicorn bahkan decacorn. “Para startup dan corporate partners mengikuti acara business matching secara maraton sejak hari ini hingga esok hari”, ujar Faizasyah.

Sementara itu, Vice President for Asia Pacific Google, Michaela Browning meyakini, pengembangan startup akan terus berkembang pesat di ASEAN. Hal ini dikarenakan kuatnya adopsi teknologi oleh masyarakat ASEAN dan talenta muda yang terus bermunculan.

Diketahui, kegiatan AIPF Startup Connect merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah dan kalangan usaha (Government-to-Business) antara Kemlu RI, Google, dan Impaccto. Dalam sesi diskusi panel telah dibahas tantangan dan peluang dalam upaya meningkatkan daya saing startup di ASEAN, khususnya dalam menyikapi perkembangan teknologi digital serta menguatnya isu keberlanjutan.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini