NAWACITApost.com - Bank BCA Syariah (BCA Syariah) berhasil meraup laba Rp73,92 miliar di semester I 2023. Laba BCA Syariah tercatat naik 62,9% yoy yang didorong oleh pendapatan penempatan dana atau margin income sebesar Rp303,6 miliar, atau tumbuh 13,7% yoy dari Rp266,9 miliar pada tahun lalu.
Selanjutnya, pendapatan dari pendapatan komisi atau fee based income BCA Syariah juga meningkat 24,9% yoy menjadi Rp18,9 miliar di semester I 2023. Begitu pula pendapatan operasional meningkat 14,4% yoy menjadi Rp322,5 miliar.
Sedangkan, rasio net imbalan (NI) BCA Syariah per Juni 2023 turun ke posisi 4,84% dari posisi 4,96 per Juni 2022. Net operation margin (NOM) naik ke posisi 1,81% per Juni, dari 1,08% pada Juni tahun lalu.
Adapun penyaluran pembiayaan BCA Syariah meningkat 11% yoy menjadi Rp 7,88 triliun di semester I 2023. Rasio non performing finance (NPF) gross dan net BCA Syariah masing-masing turun dari level 1,38% dan 0,066% ke level 1,41% dan 0,008% per Juni 2023.
Kinerja positif juga terjadi pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BCA Syariah yang tumbuh 26% mencapai Rp 10 triliun. Kompisisi dana murah atau CASA dari total DPK sebesar 38,1% per Juni 2023.
"Pertumbuhan dana murah menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan profitabilitas melalui penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana yang optimal,” kata Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum saat paparan kinerja di Jakarta, Senin (7/8).
Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) BCA Syariah masing-masing naik ke posisi 1,52% dan 5,03% per Juni 2023 dari sebelumnya 0,01% dan 3,21% pada tahun lalu. Sementara itu total aset BCA Syariah sampai dengan Juni 2023 tumbuh 21,9% yoy mencapai Rp13,4 triliun.
“Kami terus berupaya untuk memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan yang berkelanjutan," kata Yuli.