Kamis, 4 Juni 2026

Semester I/2023, Penerimaan Bea Cukai Turun

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 10 Juli 2023 | 21:08 WIB

NAWACITApost.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan negara bersumber dari kepabeanan dan cukai terkumpul sebanyak Rp135,4 triliun, pada semester I/2023. Penerimaan negara tersebut terkoreksi sebesar Rp31,4 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022, yang mencapai Rp166,8 triliun.

Sri Mulyani menuturkan realisasi penerimaan dari bea dan cukai terkontraksi cukup dalam karena adanya penurunan produksi hasil tembakau yang cukup signifikan. "Pada 2023 hingga pertengahan tahun, produksi cukai sebanyak 139,4 miliar batang, menurun tajam dibandingkan tahun lalu yang 147 miliar batang, dan 2021 yang 151 miliar batang,” tuturnya dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) di Gedung DPR, Senin (10/7/2023).

Meski terdapat kenaikan tarif cukai, lanjut Sri Mulyani, tidak bisa menaikkan penerimaan negara karena produksi tembakau mengalami penurunan. Penerimaan cukai hasil tembakau menurun dari Rp120,6 triliun pada 2022 menjadi Rp105,9 triliun pada 2023. Artinya, capaian tersebut terkontraksi 12,2 persen.

Padahalnya, cukai mengalami pertumbuhan cukup tinggi dalam dua tahun terakhir. Meski demikian, penerimaan dari bea masuk mencatatkan pertumbuhan positif karena impor melonjak cukup tinggi seiring dengan kurs rupiah yang mengalami pelemahan. Sehingga, bea masuk berhasil mengantongi Rp24,2 triliun atau tumbuh 4,6 persen.

Sementara itu, bea keluar mengalami koreksi cukup dalam karena harga komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) anjlok cukup tajam ditambah dengan penurunan volume ekspor produk mineral. Pasalnya, harga referensi CPO turun dari US$1.533,3 per metrik ton menjadi Rp879,6 per metrik ton.

Oleh karena itu, capaian bea keluar terkontraksi hingga 77 persen, dari Rp23,1 triliun pada semester I/2022 menjadi Rp5,3 triliun, pada periode yang sama 2023. Menkeu memproyeksi penerimaan kepabeanan dan cukai pada semester II/2023 akan lebih baik dari semester sebelumnya, yakni sebesar . Rp300,1 triliun. Angka tersebut kurang dari target ditetapkan, yakni sebesar Rp303,2 triliun.

"Ini masih cukup baik karena bea dan cukai selama pandemi Covid-19 pada 3 tahun beruturut-turut tidak pernah mengalami kontraksi penerimaan jadi kontraksi karena adanya normalisasi harga dari komoditas,” paparnya.

 

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini