Sabtu, 29 Agustus 2026

Tinjau Implementasi Green Port TTL, Kemenhub Apresiasi Langkah Nyata Menuju Net Zero Emission 2060

Photo Author
- Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Nawacitapost.com – Komitmen PT Terminal Teluk Lamong (TTL) dalam membangun pelabuhan yang ramah lingkungan mendapat apresiasi dari Kementerian Perhubungan. Konsep Green Port yang diterapkan TTL dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong transformasi sektor transportasi menuju operasional yang lebih efisien dan rendah emisi.

Apresiasi tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja ke Terminal Teluk Lamong, Kamis (27/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Antoni melihat langsung berbagai penerapan teknologi dan inovasi yang dikembangkan TTL, mulai dari elektrifikasi peralatan bongkar muat peti kemas, efisiensi energi, digitalisasi, hingga pengelolaan lingkungan.
Menurut Antoni, transformasi teknologi dan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan menjadi fondasi penting bagi pelabuhan masa depan.

Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan efisiensi operasional, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi sektor transportasi terhadap pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Langkah TTL yang secara aktif menyelaraskan kegiatan operasional dengan kebijakan strategis Kementerian Perhubungan merupakan bagian penting dalam mendukung percepatan pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujar Antoni.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kolaborasi TTL dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengayaan keanekaragaman hayati serta pemetaan biota laut di sekitar perairan terminal.

Menurutnya, komitmen terhadap lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui pengurangan emisi dari kegiatan operasional. Pemahaman dan perlindungan terhadap ekosistem pesisir juga menjadi bagian penting dalam membangun pelabuhan yang berkelanjutan.

“Pemanfaatan energi ramah lingkungan yang disertai kolaborasi riset ekosistem pesisir bersama BRIN menjadi bukti nyata komitmen TTL menuju Green Port yang modern dan berkelanjutan,” tegasnya.

Elektrifikasi hingga Shore Connection
Salah satu langkah utama TTL dalam mengurangi jejak karbon adalah melakukan elektrifikasi terhadap peralatan bongkar muat peti kemas, baik yang digunakan di dermaga maupun di lapangan penumpukan.

Pemanfaatan energi listrik tersebut menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan efisiensi energi dalam kegiatan operasional terminal.

Komitmen tersebut juga diperkuat dengan keberadaan Shore Connection, yakni fasilitas yang memungkinkan kapal yang sedang bersandar memperoleh pasokan listrik dari darat.

Dengan fasilitas tersebut, kapal dapat mengurangi penggunaan mesin bantu atau auxiliary engine selama berada di dermaga. Dampaknya, emisi gas buang dan jejak karbon yang dihasilkan selama kapal bersandar dapat ditekan.

Tak berhenti pada elektrifikasi, TTL juga mengembangkan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah digunakan pada sejumlah fasilitas dan gedung di kawasan terminal.

Air Limbah Diolah dan Dimanfaatkan Kembali
Dari sisi pengelolaan lingkungan, TTL juga mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara mandiri.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini