"Kami menghindari memberi mereka terlalu banyak kalori agar mereka tidak merasa terlalu kenyang dan bisa tetap fokus belajar," ungkap Yona.
Pengaturan porsi ini juga memungkinkan anak-anak memenuhi kebutuhan kalori tambahan melalui jajan di kantin sekolah atau membeli makanan saat pulang.
Pendampingan Akademis dan Psikologis untuk Hasil Optimal
Sebelum program dimulai, setiap siswa menjalani pre-test untuk mengukur indeks pendidikan dan kesehatan. Nantinya, mereka juga akan mengikuti middle-test dan post-test untuk mengevaluasi dampak program MBG secara menyeluruh.
Baca Juga: Serap Aspirasi Warga Sememi, Yona Bagus: Kami Siap Dikritik!
Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra Surabaya turut terlibat dalam pendampingan psikologis selama pelaksanaan, membantu memantau perkembangan siswa baik secara akademis maupun mental.
"Jika hasil pre, middle, dan post-test menunjukkan penurunan, kami akan mengevaluasi lebih lanjut faktor-faktor penyebabnya, apakah berasal dari lingkungan sekolah, rumah, atau faktor lainnya," kata Yona.
Program MBG ini didanai oleh anggaran pribadi Yona dengan dukungan CSR dari salah satu perusahaan swasta di Surabaya, serta kolaborasi dengan Universitas Wijaya Putra.
Yona berharap program ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dan mendukung anak-anak Surabaya menuju generasi emas yang sehat dan berprestasi. ***