NAWACITAPOST.COM – Proyek pengaspalan jalan yang menimbulkan debu di jalan Mayjend Sungkono mendapat perhatian serius dari Komisi C DPRD Surabaya. Komisi yang menangani bidang pembangunan ini menekankan bahwa penanganan jalan berdebu harus dilakukan secara maksimal, terutama mengingat potensi kecelakaan akibat jalan yang licin saat hujan.
“Kami melihat sudah ada upaya penyemprotan air untuk mengurangi debu, tetapi perlu diingat, saat ini musim hujan sudah tiba. Hujan yang turun dapat menjadikan jalan licin dan membahayakan para pengguna jalan,” ujar Achmad Nurdjayanto, anggota Komisi C DPRD Surabaya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/10).
Politisi dari Partai Golkar ini menambahkan bahwa proyek pengaspalan dan peninggian jalan saat ini sudah memasuki tahap penghamparan Cement Treated Base (CTB) dengan campuran tanah asli, semen portland, dan air.
Baca Juga: Komisi A DPRD Surabaya Minta Satpol PP Turun ke Sekolah Bina Nilai Kebangsaan
“Potensi jalan menjadi licin saat hujan turun juga harus diperhatikan. Jadi, jangan hanya fokus pada masalah debu,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Achmad meminta pihak kontraktor dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk tanggap dan melakukan mitigasi dengan memasang tanda atau marka peringatan sebelum memasuki area proyek.
“Perlu ada pemberitahuan atau marka peringatan tentang adanya debu serta potensi jalan yang licin saat hujan. Pengguna jalan yang tidak mengetahui kondisi tersebut bisa jadi mempercepat laju kendaraan, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” katanya.
Baca Juga: Satpol PP Surabaya Tingkatkan Layanan 112, Pastikan Respon Darurat Lebih Cepat
Dia juga meminta OPD terkait, seperti Dinas Perhubungan, untuk menyiagakan personel di sekitar proyek agar memastikan marka peringatan sudah terpasang. Achmad juga mengingatkan para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati sebelum melintas di area yang belum teraspal.
“Kami meminta agar ada petugas Dishub yang berjaga di lokasi untuk memastikan marka peringatan terpasang. Saya juga mengimbau pengguna jalan untuk lebih waspada saat berkendara di musim hujan,” tuturnya.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap potensi jalan yang berdebu dan licin saat hujan. “Kami ingin memastikan agar masyarakat tidak menjadi korban akibat proyek tersebut,” tutupnya. ***