daerah

Sekretaris PDIP Surabaya: Pemprov Jatim Kami Anggap 'GAGAL' Kelola Pendidikan

Jumat, 29 Juli 2022 | 13:16 WIB
Baktiono,

Surabaya NAWACITAPOST - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC-PDIP) kota Surabaya kembali membagikan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi tahun 2022 oleh anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno.

Bertempat di Balai RW X kelurahan Pacar Keling Tambaksari, Sosialisasi PIP juga sebagai ajang silaturahmi seluruh kader di kecamatan Tambaksari mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting hingga Anak Rantung PDI Perjuangan se-Kecamatan Tambaksari Surabaya, Kamis 28 Juli 2022.

Program sosialisasi PIP juga dihadiri oleh ratusan orang tua murid penerima manfaat program tersebut.

"PIP ini adalah program luar biasa dari pemerintahan pak Jokowi melalui program KIP (Kartu Indonesia Pintar), beasiswa Pendidikan mulai SD sampai Perguruan Tinggi," terang Baktiono Sekretaris DPC PDIP kota Surabaya, usai sosialisasi PIP, Kamis 28 Juli 2022.

"Termasuk juga program PIP yang melalui DPR RI, dalam hal ini dibawa oleh mbak Puti Guntur Soekarno. Tujuannya jelas, untuk membantu proses pendidikan warga yang tidak mampu," tambahnya.

Program ini, menurut Baktiono sangatlah penting. Selain Kurikulum yang baik, penganggarannya juga harus baik. Hal itu juga telah diatur dalam Undang-undang sistem pendidikan, yakni minimal 2 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

-
Pengurus PDI Perjuangan Kecamatan Tambaksari Surabaya

Sebagai kader PDIP, Baktiono mengapresiasi kinerja Puti Guntur Soekarno yang selaku Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan benar benar turun ke bawah memberikan program yang bermanfaat untuk warga se-Surabaya dan Sidoarjo.

Luar biasanya, para orang tua siswa penerima PIP di Tambaksari, secara sukarela meminta untuk dibuatkan KTA PDI Perjuangan.

"Hari ini mereka berikrar, menjadikan PDI Perjuangan sebagai Partai yang bisa dipercaya baik di Eksekutif maupun Legislatif di Pusat hingga ke Daerah. Karena mereka tahu, sejak pemerintahan dipegan PDI Perjuangan, seluruh warga, khususnya di Surabaya banyak menerima manfaat," terang Baktiono.

"Mulai pak Bambang DH, Bu Risma, sudah menerapkan wajib belajar 12 tahun yang digratiskan mulai SD hingga SLTA, baik negeri maupun Swasta," imbuhnya.

Itupun, lanjut Baktiono, masih ditambah pemberian setiap tahunnya kebutuhan personal siswa seperti seragam, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya.

Namun saat ini Ia menyayangkan, sejak SLTA diambil alih Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bukan dari PDI Perjuangan, biaya sekolah di SLTA jadi tidak gratis alias harus bayar.

Maka, hari ini masyarakat menjadi sadar, mau tidak mau harus memilih PDI Perjuangan, supaya Pendidikan Gratis ini bisa berkelanjutan dan mereka bisa mendapatkan kehidupan yang layak di kemudian hari.

"Tanpa pendidikan yang baik, tidak mungkin bangsa ini cerdas dan sejahtera," tegas Baktiono kembali.

Ia mencontohkan, untuk mendapatkan kerja, warga minimal harus berijasah SLTA. Namun yang terjadi, banyak sekali ijasah lulusan SLTA yang tertahan sehingga para Kader PDI Perjuangan Surabaya harus bersusah payah membantu mengambil Ijasah mereka. Terlebih, Pemerintahan Surabaya dari PDI Perjuangan pun membuat program untuk membantu mengambil ijasah yang tertahan di sekolah SMA/SMK sederajat.

Tapi dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur seolah tidak bertanggung jawab sama sekali. "Ini baru di Surabaya, belum seluruh kota/kabupaten se-Jawa Timur yang lain," terang Baktiono.

"Ijasah tertahan berarti mereka tidak dapat memenuhi kewajibannya membayar uang sekolah, uang ini, uang itu. Itu artinya mereka warga tidak mampu. Nah kalau warga tidak mampu dibiarkan tidak sekolah atau meneruskan sekolahnya karena ijasah tertahan, maka kami menganggap Pemprov Jawa Timur 'GAGAL' dalam mengelola Pendidikan sekaligus menambah kemiskinan baru, " tegas Baktiono mengakhiri.

Pada kesempatan yang sama, Arief Wirawan, Ketua PAC PDI Perjuangan Tambaksari bahwa ada 142 siswa-siswi penerima manfaat PIP Tahun 2022 dari wilayah Tambaksari, yang terdiri dari jenjang SD, SMP serta SMA/SMK sederajat.

“Program ini disalurkan melalui jaring aspirasi anggota DPR RI Komisi XI, Puti Guntur Soekarno, dari Fraksi PDI Perjuangan,” ujar Arief Wirawan, ditemui disela giatnya. (28/7)

Selaku kader PDI Perjuangan, Ia menilai bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan suplemen pendidikan yang tepat bagi para pelajar, khususnya di Kota Metropolis seperti Surabaya yang sarat dengan permasalahan sosial.

Disini Arief Wirawan yang akrab dipanggil Arief Gundul memastikan ajak terus menggerakkan seluruh Kader PDI Perjuangan di Wilayah Tambaksari agar selalu turun ke masyarakat, melihat dari dekat permasalahan-permasalahan yang ada, untuk kita sampaikan baik ke Eksekutif maupun Legislatif supaya segera diberikan solusi dan terselesaikan permasalahannya.

“Semoga kerja kami baik secara politik maupun kemanusian dapat bermanfaat untuk masyarakat, khususnya warga wilayah kecamatan Tambaksari," Tukas Arief Wirawan. (BNW)

Tags

Terkini