Ketika ditanya mengenai bantuan yang dibutuhkan, Sri menyampaikan harapannya agar keluarganya bisa memperoleh pertolongan. Ia tidak menetapkan permintaan yang muluk-muluk. Bantuan pangan maupun uang, menurutnya, akan sangat berarti untuk meringankan beban hidup sehari-hari.
Dalam percakapan dengan Zuhrotul Mar’ah, Sri berbicara terbata-bata karena kondisi kesehatannya. Meski demikian, ia berusaha menjelaskan keadaan keluarganya dan berharap ada jalan keluar bagi kesulitan yang dihadapi.
Zuhrotul Mar’ah pun menyoroti perlunya pemeriksaan kembali terhadap data kesejahteraan keluarga tersebut agar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Penyesuaian desil, apabila memang diperlukan, perlu dilakukan melalui mekanisme verifikasi yang berlaku sehingga keluarga yang benar-benar membutuhkan dapat dipertimbangkan untuk memperoleh bantuan sesuai ketentuan.
Jangan Biarkan Masa Depan Vincent Berhenti di Usia 16 Tahun
Kisah Sri Hartati dan Vincent menjadi pengingat bahwa di balik data kemiskinan, ada manusia yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan. Ada seorang ibu yang tetap berusaha mencari nafkah meski tubuhnya belum pulih, seorang ayah yang belum mampu kembali kepada keluarganya, serta seorang anak yang harus bekerja pada usia ketika ia semestinya masih belajar di sekolah.
Perhatian terhadap keluarga ini diharapkan tidak berhenti pada kunjungan atau pendataan ulang. Diperlukan tindak lanjut lintas instansi, mulai dari pemeriksaan kondisi kesejahteraan, akses bantuan sosial, pendampingan kesehatan, hingga kemungkinan dukungan agar Vincent dapat kembali melanjutkan pendidikan tanpa mengabaikan kebutuhan keluarganya.
Vincent telah menunjukkan kasih sayang dan tanggung jawab yang besar kepada ibunya dan kedua adiknya. Namun, ia juga masih seorang anak yang berhak memperoleh pendidikan dan kesempatan membangun masa depan.
Sebab, keluarga yang sedang kesulitan tidak seharusnya dibiarkan menghadapi semuanya sendirian. Dan seorang anak tidak semestinya harus memilih antara membantu ibunya bertahan hidup atau melanjutkan sekolah demi masa depannya. ***