Jumat, 9 Oktober 2026

PKL Kalijudan Segera Direlokasi ke SWK, Anas Karno Ingatkan Jangan Ada Pungli

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Surabaya, NAWACITAPOST.COM – Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kalijudan ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) menjadi salah satu perhatian dalam reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno di RW 1 Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Selasa (06/10/2026).

Warga RW 1 Kalijudan, Bu Ratna, mengatakan para PKL akan diarahkan menempati SWK yang telah selesai dibangun Pemerintah Kota Surabaya. Sebelum proses relokasi, pedagang diminta membongkar sendiri lapak yang selama ini digunakan untuk berjualan.

Menurut Ratna, warga pada dasarnya menyambut positif relokasi tersebut. Keberadaan SWK dinilai memberikan tempat usaha yang lebih tertata sekaligus memberikan kepastian bagi pedagang agar tidak terus menghadapi penertiban di lokasi lama.

"Mereka sebenarnya enak di SWK, Pak. Tidak digusur, jual di sini digusur. Kalau di situ sebenarnya sudah enak, juga tidak dipungut, tidak ada pungutan-pungutan," ujar Ratna
saat menyampaikan aspirasi kepada Anas Karno.

Meski demikian, persoalan masa transisi menjadi perhatian warga. Pedagang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lokasi baru, termasuk memastikan pelanggan tetap datang dan aktivitas perdagangan di SWK dapat berjalan.
Megawati berharap ada dukungan bagi warga yang terdampak relokasi, terutama apabila membutuhkan tambahan modal untuk kembali menata usaha di tempat baru.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anas Karno mendukung relokasi PKL ke SWK selama prosesnya benar-benar memberikan kepastian dan manfaat bagi pedagang. Ia meminta Pemkot Surabaya memastikan pedagang tidak hanya dipindahkan secara fisik, tetapi juga mendapat pendampingan agar usaha mereka tetap berjalan.

Anas juga mengingatkan agar proses relokasi tidak menjadi celah munculnya pungutan liar. Ia meminta tidak ada pihak yang mengambil keuntungan pribadi dari pedagang dengan dalih biaya penempatan, administrasi maupun kebutuhan lainnya yang tidak memiliki dasar aturan.

"Jangan sampai pedagang yang sudah mau direlokasi dan mengikuti aturan justru dibebani pungutan-pungutan. Saya minta prosesnya transparan dan jangan ada pungli," tegas Anas.
Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai SWK harus benar-benar menjadi solusi bagi PKL. Setelah menempati lokasi baru, pemerintah juga perlu memastikan kawasan tersebut ramai dan memiliki daya tarik bagi masyarakat.

"Jangan hanya memindahkan pedagang. Bagaimana SWK ini bisa hidup, bagaimana masyarakat datang, sehingga pedagang bisa mendapatkan penghasilan dan ekonominya tetap berjalan. Itu yang harus kita kawal," kata Anas.

Dengan relokasi tersebut, penataan PKL di Kalijudan diharapkan tidak berhenti pada pembongkaran lapak lama. Keberadaan SWK harus mampu menjadi ruang usaha yang lebih tertib sekaligus memberikan kepastian dan peluang ekonomi bagi warga. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini