Ia meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak luar dan bertindak tegas dan objektif.
“Ini bukan soal agama atau SARA. Ini soal ketertiban administrasi dan etika dalam kependudukan. Jangan sampai rumah ibadah dijadikan alat manipulasi data,” tutupnya dengan nada serius.***