daerah

Jenazah Pekerja di PT. MMJ Perlakukan Tenaga Kerja Seperti Hewan, Tidak Manusiawi Bahkan Jenazah menggunakan Alat Berat ( Jonder)

Senin, 5 Mei 2025 | 08:29 WIB
Jenazah pekerja di perusahaan ,menggunakan Alat berat, Jonder. di minta pihak Pemprov dan Pemda setempat, Menindak tegas Pihak perusahaan yang melakukan Jenazah Pekerjanya sperti Hewan.

“Padahal selama ini pemilik Perusahaan PT MMJ telah menikmati hasil keringat para pekerja termasuk almarhum, secara manusiawi dimana hati nurani pemilik perusahaan dan seluruh pejabat PT MMJ tersebut? Selama ini hanya menikmati hasil tenaga pekerja sementara kalau mati mayatnya dibiarkan dikubur ditengah hutan,” imbuh Tehe dengan sedih dan Kesal.

Tempat terpisah, sejumlah tenaga kerja di PT MMJ saat dikonfirmasi oleh media, Rabu (23/04/25) . Mengagakan, "Mereka sangat tersiksa bekerja di PT. MMJ, terutama penghasilan yang terkadang tidak cukup untuk biaya hidup keluarga, bahkan selalu berutang.

“Hasil kami selalu dipotong dikantor dengan alasan banyak sampah, buah mentah, padahal buah yang dianggap mentah oleh perusahaan digiling/diolah. Seharusnya buah yang dianggap mentah itu dikasi sama kami untuk kami jadikan brondolan, kemudian angkutan anak sekolah sangat tak layak menggunakan mobil angkutan buah, lebih menyedihkan lagi kalau ada yang meninggal dunia sebagaimna yang terjadi selama ini. Jangankan dibantu oleh perusahaan angkutan dari tempat duka ke tempat pemakaman pakai Jonder seperti yang telah viral di Media sosial baru baru ini,” jelas sejumlah pekerja yang tidak ingin nama mereka dipublikasikan di media.

Lebih lanjut, para pekerja dan kepala rombongan mengaku takut diusir apabila berani protes pemotongan hasil mereka termasuk hak-hak tenaga kerja yang sudah meninggal dunia dengan dikubur begitu saja tanpa mendapat perhatian apa-apa dari perusahaan.

Apa yang dialami para kerja di PT. MMJ smpai saat ini, "Mendesak Pemerintah Daerah Kab.Bengklis (Disnakertrans) dan Pemerintah Prov Riau agar memberi teguran keras berupa sanksi kepada pihak PT.MMJ, atas perilaku yang tidak manusiawi dan yang tidak mentaati peraturan ketenaga kerjaan yang telah diatur dalam undang-undang ketenaga kerja di Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Pinta dan harap Tehe.

Sementara, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT MMJ belum memberikan keterangan. Bahkan upaya konfirmasi media belum berhasil karena tidak memiliki nomor kontak pihak perusahaan yang bisa memberi penjelasan terkait keluhan tenaga kerja sebagaimana urain yang mereka rasa dan keluhkan tersebut diatas.(Tim- **Bersambung)

Halaman:

Tags

Terkini