Selain transportasi, Eri menegaskan pentingnya penataan ruang publik yang lebih aman dan inklusif bagi perempuan. Salah satu faktor kunci adalah pencahayaan dan visibilitas yang baik untuk mencegah potensi kejahatan.
Baca Juga: Warga Protes Tower BTS di Sidosermo, DPRD Surabaya Minta PT IBS Buka Komunikasi
"Survei Global UN Women menunjukkan bahwa di negara berkembang, sekitar 60 persen perjalanan perempuan masih mengandalkan berjalan kaki karena keterbatasan transportasi publik. Maka dari itu, ruang publik harus didesain dengan pencahayaan yang cukup agar keamanan lebih terjamin," tuturnya.
Dengan berbagai tantangan yang ada, DPRD Surabaya terus mendorong kebijakan yang mengakomodasi kebutuhan perempuan agar mereka dapat bergerak lebih bebas, aman, dan memiliki kesempatan yang setara dalam berbagai sektor kehidupan.***