daerah

Petani Milenial Jatim Tertinggi di Indonesia, Gubernur Khofifah: Indikator Tingkat Inovasi dan Kreativitas di Sektor Pertanian

Jumat, 22 Desember 2023 | 09:35 WIB
Ilustrasi Petani Millenial. Sumber foto : agrisustineri.org (Nawi)

Surabaya NAWACITAPOST - Menurut hasil Sensus Pertanian 2023 BPS Pusat, Jawa Timur (Jatim) menempati peringkat pertama nasional dengan jumlah petani milenial terbanyak. Sebanyak 971.102 orang petani milenial di Jatim menyumbang 15,71 persen dari total petani di Indonesia yang mencapai 6.183.009 orang. Provinsi Jatim berhasil mengungguli Jawa Tengah, Jawa Barat, dan provinsi lainnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik capaian ini dan mengucapkan terima kasih kepada para petani milenial di Jatim atas semangat mereka dalam berkarya di sektor pertanian. Menurutnya, data ini menjadi indikator tingkat regenerasi di sektor pertanian Jatim dan mencerminkan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

"Dengan 15,71 persen dari total petani di Indonesia, jumlah petani milenial di Jatim menjadi yang tertinggi. Ini menunjukkan semangat para milenial Jatim untuk berkontribusi di sektor pertanian," ungkap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Kamis (21/12).

Gubernur Khofifah juga menyoroti peran penting petani milenial dalam mendukung posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional, terutama untuk mendukung 16 provinsi di wilayah Indonesia Timur. Ia menegaskan bahwa Jatim selama empat tahun berturut-turut, sejak 2020 hingga 2023, mempertahankan posisi sebagai produsen padi terbesar di Indonesia.

"Dengan produksi sebesar 9,59 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dan kontribusi 17,89% terhadap produksi padi nasional, Jawa Timur terus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional," jelasnya.

Gubernur Khofifah juga menekankan peran ekonomi sektor pertanian, khususnya UMKM, sebagai backbone ekonomi dunia pada tahun 2030. Ia berharap bahwa para milenial, termasuk yang berkecimpung di sektor pertanian, akan terus bersemangat untuk meraih kesuksesan.

Menurutnya, peningkatan jumlah petani milenial sejalan dengan Pedoman Gerakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Petani milenial, yang memiliki rentang usia 19 hingga 39 tahun, diharapkan menjadi agen perubahan dengan adaptasi terhadap teknologi digital.

"Petani milenial identik dengan pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian, mencakup penggunaan alat dan mesin modern, internet, telepon pintar, teknologi informasi, drone, dan kecerdasan buatan," tambahnya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan tentang Millenial Job Center (MJC) yang sedang dalam tahap finalisasi dengan south east asia group. MJC akan memberikan pelatihan digitalisasi ekonomi yang lebih canggih kepada petani milenial, menciptakan peluang lebih besar dalam menghadapi era transformasi digital.

"Kita mengajak para milenial yang bersemangat di sektor UKM, termasuk pertanian, untuk bergerak dalam transformasi digital. Ke depan, sinergi dari hulu hingga hilir harus ditingkatkan, baik off farm maupun on farm," pungkasnya. (BNW)

Tags

Terkini