Senin, 7 September 2026

Kekeringan Pasuruan Makin Meluas, Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk 19.837 Warga

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 7 September 2026 | 16:41 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan tandon dan jeriken untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan tandon dan jeriken untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, NAWACITAPOST.COM - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) turun tangan dengan menyalurkan 45 tandon dan 500 jeriken untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Bantuan tersebut disalurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026). Total bantuan tersebut diperuntukkan bagi 19.837 jiwa atau 6.556 keluarga yang terdampak kekeringan di empat kecamatan.

“Bantuan Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Pasuruan 45 unit tandon dengan kapasitas 1.200 liter dan 500 unit jeriken berkapasitas 15 liter,” kata Khofifah.

Empat kecamatan yang menjadi sasaran penanganan yakni Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Kecamatan Lumbang menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, mencapai 8.966 jiwa atau 2.923 keluarga.

Kemudian Kecamatan Pasrepan tercatat 7.675 jiwa atau 2.603 keluarga terdampak. Sementara di Winongan terdapat 1.443 jiwa atau 481 keluarga dan Kejayan sebanyak 1.743 jiwa atau 549 keluarga.

Distribusi Air Bersih Terus Dilakukan

Penanganan kekeringan di Lumbang juga diperkuat Pemerintah Kabupaten Pasuruan. BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan distribusi air bersih menggunakan armada berkapasitas 6.000 liter. Selain itu, tersedia tiga tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter, 50 jeriken berkapasitas 15 liter, serta tiga truk tangki dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter.

Khofifah mengatakan penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten. Pemprov Jatim hadir untuk memperluas jangkauan pelayanan agar warga yang mengalami kesulitan air lebih mudah mendapatkan bantuan.

“Dari 24 kabupaten kehadiran Pemprov Jatim mensubstitusi apa yang sudah dilakukan Bupati Pasuruan dengan meluaskan sapaan agar pemenuhan kebutuhan mudah dijangkau,” ujar Khofifah.

Menurut dia, Pemprov Jatim juga membagikan sembako di sejumlah titik terdampak. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu keluarga yang harus mengeluarkan biaya tambahan selama mengalami krisis air bersih.

20 Kabupaten Sudah Dapat Dropping Air

Pemprov Jatim mencatat hingga 5 September 2026, sudah ada 20 kabupaten yang melaksanakan dropping air bersih. Daerah tersebut yakni Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Pacitan.

Penanganan dilakukan dalam status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 pada 26 Mei 2026.

Status siaga darurat itu berlaku selama 133 hari untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 kabupaten telah menetapkan status keadaan darurat kekeringan di wilayah masing-masing.

Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Selain mengirim air bersih dan tandon, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah lain untuk mengatasi kekeringan, salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Khofifah mengatakan operasi tersebut akan dilakukan dengan melihat potensi awan yang mulai bergerak memasuki wilayah daratan Jawa Timur.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini