Jumat, 26 Juni 2026

Janji Wali Kota Eri Nol Banjir 2026: Utang Bertambah, Banjir Tetap Datang?

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 26 Juni 2026 | 15:29 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau wilayah Banjir. (Dok. Surabaya.go.id)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau wilayah Banjir. (Dok. Surabaya.go.id)

Bukan sekadar:

  • berapa kilometer box culvert dibangun,
  • berapa rumah pompa diresmikan,
  • atau berapa proyek drainase selesai.

Tetapi:

  • berapa titik banjir benar-benar hilang,
  • berapa lama genangan surut,
  • dan berapa warga yang tidak lagi terdampak setiap musim hujan.

Target Besar Harus Diikuti Transparansi Besar

Hingga kini pemerintah sering menyampaikan progres pembangunan fisik.

Namun publik jauh lebih membutuhkan dashboard data yang dapat diakses secara terbuka, misalnya:

  • jumlah titik banjir tahun 2021;
  • jumlah titik yang berhasil diatasi setiap tahun;
  • lokasi yang masih menjadi langganan banjir;
  • nilai proyek pada setiap kawasan;
  • indikator keberhasilan setiap proyek.

Tanpa ukuran yang jelas, target "nol banjir" akan sulit diuji secara objektif.

Jika Target Gagal, Siapa Bertanggung Jawab?

Inilah pertanyaan yang semestinya mulai dijawab sejak sekarang.

Apabila pada akhir 2026 masih terdapat banyak titik banjir yang berulang, maka publik berhak meminta evaluasi menyeluruh:

  • Berapa total anggaran pengendalian banjir yang telah dibelanjakan sejak 2021?
  • Berapa nilai proyek yang dibiayai melalui pinjaman maupun APBD?
  • Mengapa target tidak tercapai?
  • Siapa yang bertanggung jawab secara administratif dan politik?

Pertanyaan tersebut bukan untuk menyalahkan pemerintah, melainkan sebagai bentuk akuntabilitas atas penggunaan uang rakyat.

Catatan Kritis

Janji "Nol Banjir 2026" adalah target yang patut diapresiasi karena menunjukkan keberanian menetapkan sasaran tinggi. Namun, semakin besar target yang diumumkan kepada publik, semakin besar pula kewajiban pemerintah untuk membuktikannya dengan data yang transparan.

Apalagi ketika kebutuhan anggaran penanganan banjir mencapai Rp9,6 triliun, dan pemerintah daerah juga telah menggunakan skema pinjaman untuk sebagian pembangunan infrastruktur. (Sumber: Suara Surabaya)

Pada akhirnya, warga Surabaya tidak akan menilai keberhasilan dari banyaknya proyek yang diresmikan atau besarnya anggaran yang dibelanjakan. Yang akan diingat masyarakat hanyalah satu hal sederhana:

Saat hujan deras turun, apakah jalan di depan rumah mereka masih tergenang, atau benar-benar sudah bebas banjir. ***

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Gaji Sekda Kota Surabaya Tertinggi se-Indonesia?

Senin, 22 Juni 2026 | 15:58 WIB